ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Warga RT 05 RW 12, Gang Karya Kelurahan Husein Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung kembali menghadapi ancaman krisis air bersih saat memasuki musim kemarau.
Meski saat ini pasokan air masih tersedia, debit air mulai menurun dan dikhawatirkan akan semakin berkurang dalam beberapa bulan ke depan.
Salah seorang warga, Sari Dwi (43), mengatakan kondisi kekurangan air biasanya mulai dirasakan pada bulan Oktober dan telah berulang hampir setiap tahun dalam lima tahun terakhir.
”Kalau saat ini air masih ada, masih agak surut sih. Bisa ditunggu, nanti ada lagi. Tapi tidak selancar seperti sebelumnya,” kata Sari saat ditemui di Gang Karya, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, sumber air warga berasal dari berbagai fasilitas, mulai dari PDAM, sumur gali, jet pump hingga sumur bor. Di wilayah RW 12 sendiri terdapat sekitar 14 sumur yang tersebar di beberapa RT.
Saat musim kemarau mencapai puncaknya, sebagian warga terpaksa membeli air dari tetangga yang memiliki jet pump. Harga air yang dijual pun mengalami kenaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
”Kalau kemarin satu jerigen Rp1.000, sekarang jadi Rp1.500. Warga ambil sendiri ke rumah yang punya jet pump,” ujarnya.

Sari mengungkapkan pemerintah pernah menawarkan bantuan pembangunan jet pump atau sumur bor untuk mengatasi persoalan air bersih. Namun, keterbatasan lahan dan kondisi gang yang sempit membuat rencana tersebut sulit direalisasikan.
”Sebetulnya sudah ada tawaran jet pump dari kelurahan atau kecamatan, cuma tempatnya enggak ada. Gang di sini sempit, parkir motor saja susah,” katanya.
Meski demikian, warga sempat menerima bantuan distribusi air bersih dari PDAM. Bantuan tersebut baru diterima satu kali di lingkungan RW 12.
Sari berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang lebih permanen agar persoalan kekurangan air bersih tidak terus berulang setiap musim kemarau.
”Harapannya sih maunya Pemerintah. ngasih solusi yang benar-benar bisa membantu warga kalau musim kemarau datang lagi, Karen lebih baik antisipasi” Pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






