ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Karyawan Bandung Zoo menyatakan siap menyambut PT Faunaland Ancol sebagai pengelola baru setelah proses lelang pengelolaan kebun binatang tersebut rampung. Di tengah masa transisi, para pekerja memastikan perawatan satwa tetap berjalan normal meski Bandung Zoo belum kembali dibuka untuk umum.
Humas Serikat Pekerja Bandung Zoo, Sulhan Safii, mengatakan seluruh pegawai tetap menjalankan tugas menjaga dan merawat satwa sejak kebun binatang ditutup hingga saat ini. Sebanyak 121 karyawan disebut masih aktif bekerja untuk memastikan kondisi satwa tetap terjaga.
“Kami para karyawan Kebun Binatang Bandung bersyukur karena pengelola baru akhirnya telah terpilih. Alhamdulillah, proses lelang telah selesai dan menghasilkan satu pemenang. Kami sebagai karyawan siap mendukung pengelolaan yang baru. Selama ini, meskipun belum ada pengelola, sebanyak 121 karyawan tetap menjalankan tugas merawat satwa sejak kebun binatang ditutup hingga sekarang,” kata Syulhan, Minggu (14/6/2026).
ADVERTISEMENT
Menurutnya, hingga kini pihak karyawan belum melakukan pertemuan resmi dengan pengelola baru terkait proses transisi. Namun, ia memperoleh informasi bahwa pihak pengelola akan segera datang ke Bandung Zoo bersama Pemerintah Kota Bandung untuk meninjau langsung kondisi di lapangan.
Sambil menunggu proses tersebut, para karyawan tetap menjalankan aktivitas perawatan harian dan berharap dapat segera mengetahui rencana pengembangan yang akan diterapkan oleh pengelola baru.
“Kami menunggu saja sambil tetap merawat satwa. Harapannya nanti kami bisa mendengar langsung konsep ke depan seperti apa, termasuk revitalisasi yang akan dijalankan, tentu kami siap mendukung,” ujarnya.
Syulhan mengungkapkan sejumlah konsep yang selama ini beredar terkait pengelolaan baru antara lain penguatan fungsi edukasi, pengembangan kawasan yang lebih ramah lingkungan, serta tetap mempertahankan nilai budaya dan tradisi yang telah lama melekat pada Bandung Zoo.
Saat ini, Bandung Zoo masih menjadi rumah bagi 684 ekor satwa dari berbagai jenis. Meski jumlah tersebut berkurang dibanding sebelumnya, kondisi satwa secara umum disebut tetap terjaga.
Ia mengakui beberapa satwa sempat mengalami gangguan kesehatan, termasuk kematian dua anak harimau benggala beberapa waktu lalu. Namun setelah peristiwa tersebut, kondisi koleksi satwa dinilai relatif stabil.
“Setelah kematian Haru dan Hara, kondisi satwa relatif stabil. Kalau ada yang sakit itu biasa, misalnya saat musim kawin. Satwa jantan kadang berkelahi untuk menentukan posisi alfa. Burung juga ada yang sakit, tetapi secara umum kondisinya baik,” katanya.
Lebih lanjut, Syulhan berharap proses pengambilalihan pengelolaan dapat segera diselesaikan sehingga Bandung Zoo bisa kembali dibuka untuk masyarakat. Menurutnya, kebun binatang tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi dan konservasi satwa, tetapi juga memiliki nilai historis sebagai ruang rekreasi warga Bandung.
Ia berharap berbagai tradisi yang selama ini menjadi ciri khas Bandung Zoo tetap dipertahankan, termasuk budaya berkumpul bersama keluarga di area kebun binatang yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
“Kami berharap pengelola baru tetap menjaga tradisi yang selama ini ada. Bandung Zoo bukan hanya tempat melihat satwa, tetapi juga ruang pertemuan berbagai kalangan masyarakat dan bagian dari sejarah rekreasi warga Bandung,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung menetapkan PT Faunaland Ancol sebagai pemenang lelang pengelolaan Bandung Zoo. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut kehadiran pengelola baru menjadi momentum penting untuk memastikan masa depan Bandung Zoo setelah melewati masa ketidakpastian pengelolaan.
Menurut Farhan, pemerintah berharap kawasan tersebut dapat kembali hidup sebagai pusat konservasi, edukasi, dan rekreasi yang memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat. Selain itu, peningkatan kesejahteraan satwa dan penguatan fungsi konservasi menjadi fokus utama dalam pengelolaan baru Bandung Zoo.
“Hal yang paling penting bagi kami adalah hadirnya kepastian masa depan Bandung Zoo. Kami ingin melihat kawasan ini kembali hidup, satwanya semakin sejahtera, fungsi konservasinya semakin kuat dan manfaatnya semakin besar bagi masyarakat Kota Bandung,” ujar Farhan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






