ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –OSIS SMAN 24 Bandung Angkatan Arkavera 59 menggelar kegiatan bakti sosial berupa sunatan massal gratis yang melibatkan 15 anak dari lingkungan sekitar sekolah.
Kegiatan ini menjadi program perdana khitan gratis yang dilaksanakan di SMAN 24 Bandung sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus sarana berbagi kebahagiaan.
Ketua OSIS SMAN 24 Bandung Angkatan Arkavera 59, Muhammad Hasbi Pramudiono, mengatakan kegiatan ini merupakan inovasi baru dari program bakti sosial OSIS yang selama ini rutin dilaksanakan.
ADVERTISEMENT
“Untuk bakti sosial sebenarnya kami rutin, tetapi untuk khitan gratis ini baru pertama kalinya di SMAN 24 Bandung. Kami bekerja sama dengan Yayasan Sehat Cerdas Mulia dan Khitan Praktis,” ujar Hasbi di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, program ini dibuka dengan kuota terbatas dan mendapat respons positif dari masyarakat sekitar sekolah. Menurutnya, kegiatan khitan massal ini diharapkan menjadi pengalaman berkesan bagi anak-anak peserta.
“Di angkatan kami, Arkavera 59, kami ingin ada inovasi yang berdampak langsung. Khitan ini menurut kami paling berkesan karena akan diingat seumur hidup oleh peserta,” tambahnya.
Hasbi juga berharap kegiatan tersebut dapat berlanjut di tahun-tahun berikutnya dengan kuota yang lebih besar, meski ia mengakui hal itu bergantung pada keberlanjutan program OSIS di masa mendatang.
Sementara itu, pendiri Khitan Praktis, Biben Fikriana, menjelaskan bahwa pelaksanaan khitan massal ini berjalan lancar dengan metode modern yang minim rasa sakit.
“Alhamdulillah hari ini kita menyelenggarakan kegiatan khitanan gratis yang digagas OSIS SMAN 24 Bandung bekerja sama dengan Yayasan Sehat Cerdas Mulia dan Khitan Praktis. Total ada 15 anak dan semua berjalan lancar dalam waktu sekitar dua jam,” ungkap Biben.
Ia menyebut metode yang digunakan adalah electric counter dengan tiga tahap anestesi sehingga anak-anak tidak merasakan sakit selama proses berlangsung. Untuk mengalihkan perhatian, anak-anak juga difasilitasi menonton video selama tindakan.
“Keunggulannya rapi, tanpa perdarahan, dan hasilnya bisa dibentuk. Bahkan anak-anak bisa langsung beraktivitas setelahnya,” jelasnya.
Menurutnya, proses penyembuhan juga relatif cepat, yakni sekitar 7 hari mulai mengering dan 2 minggu untuk pemulihan penuh. Selain itu, teknik ini tidak memerlukan pembukaan jahitan karena benang akan diserap oleh tubuh.
Biben yang juga merupakan Pembina dari Yayasan Sehat Cerdas Mulia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
“Ini bukan sekadar khitan gratis biasa, tetapi layanan dengan kualitas terbaik yang nilainya bisa mencapai jutaan rupiah jika di klinik. Namun hari ini diberikan gratis kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar kegiatan serupa dapat terus dikembangkan oleh berbagai institusi pendidikan maupun lembaga sosial lainnya.
“Harapannya semakin banyak sekolah atau lembaga yang mengadakan kegiatan seperti ini karena sangat membantu masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan sunatan massal ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara dunia pendidikan, lembaga sosial, dan tenaga medis dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






