ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Teddy Rusmawan, mendorong percepatan realisasi pengolahan sampah dengan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pembuangan dan Pengolahan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai solusi jangka pendek sambil menunggu penyelesaian proyek TPPAS Legok Nangka dan program pengelolaan sampah lainnya.
Menurut Teddy, berdasarkan informasi yang disampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, saat ini tengah diupayakan pengelolaan sampah di Sarimukti menggunakan sistem RDF yang ditargetkan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari dalam waktu dekat.
ADVERTISEMENT
“Kami mendapat informasi dari Pak Gubernur maupun Ibu Kepala Dinas bahwa sedang ada ikhtiar pengelolaan sampah di Sarimukti dengan sistem RDF sambil menunggu selesainya Sarimukti secara keseluruhan maupun TPPAS Legok Nangka. Karena memang ada beberapa program yang sedang berjalan terkait penanganan sampah ini,” ujar Teddy usai rapat paripurna DPRD Jawa Barat, Selasa (9/6/2026).
Ia mengatakan DPRD terus memantau berbagai opsi yang dinilai paling cepat dan efektif untuk mengurangi persoalan sampah yang saat ini masih menjadi tantangan di sejumlah daerah di Jawa Barat.
“Kami melihat mana yang paling cepat dan paling memungkinkan untuk segera dijalankan. Informasinya, RDF di Sarimukti bisa mengolah sekitar 1.000 ton sampah dalam waktu yang tidak terlalu lama,” katanya.
Teddy menegaskan pihaknya mendorong agar program tersebut segera direalisasikan dan tidak menunggu penyelesaian proyek-proyek lain yang masih berproses.
“Justru kami mendorong agar ini segera direalisasikan. Jangan menunggu proyek Legok Nangka ataupun program dari pemerintah pusat. Yang paling mendasar hari ini adalah bagaimana penanganan sampah bisa segera dilakukan, salah satunya melalui RDF,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan adanya minat dari pihak ketiga yang siap mengelola sampah menjadi bahan bakar alternatif tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Ada pihak ketiga yang insyaallah siap mengolah sampah menjadi bahan bakar pengganti batu bara tanpa membebani APBD dan tanpa tipping fee. Ini tentu sangat baik dan kami mendukung penuh. Mungkin saat ini masih dalam proses perizinan maupun administrasi lainnya,” ujarnya.
DPRD Jawa Barat berharap seluruh proses administrasi dan perizinan dapat segera diselesaikan agar program pengolahan sampah berbasis RDF di Sarimukti dapat segera beroperasi dan membantu mengurangi beban sampah regional di Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






