ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti kasus pencurian tujuh unit sepeda motor yang terjadi saat konser musik Tau Tau Festival di Tritan Point, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, pada akhir pekan lalu.
Farhan menegaskan persoalan keamanan kendaraan di area parkir pada dasarnya menjadi tanggung jawab pengelola. Namun demikian, ia juga mengingatkan para pengguna sepeda motor untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan pengaman tambahan.
Menurutnya, penggunaan kunci ganda masih menjadi langkah sederhana yang efektif untuk mengurangi risiko pencurian kendaraan.
ADVERTISEMENT
“Saya mengerti sering sekali karena buru-buru kunci ketinggalan, lupa ngunci, dan lain-lain. Jadi memang saya menghimbau kepada seluruh warga-warga para pengguna sepeda motor agar menggunakan kunci ganda,” ujarnya dikutip, Senin (1/6/2026).
Selain mengingatkan masyarakat, Farhan meminta para pengelola parkir untuk tidak hanya berfokus pada penarikan biaya parkir, tetapi juga memastikan keamanan kendaraan yang dititipkan oleh pengguna jasa.
Ia menilai para pengelola parkir memiliki kewajiban untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang telah membayar layanan parkir.
“Jangan cuma mengutip tapi tidak kemudian melakukan pengamanan. Kita kan sebagai pengguna motor juga percaya bahwa ketika kita memarkirkan motor itu tempat parkirnya aman dan dijaga kan bayar gitu,” katanya.
Terkait penanganan kasus pencurian tersebut, Farhan mengatakan Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan akan membantu berkoordinasi dengan aparat keamanan guna mendukung proses pengungkapan kasus.
Menurut dia, fokus utama saat ini adalah memastikan para pelaku pencurian dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Sedangkan mengenai sistem perparkiran di Kota Bandung, Farhan menjelaskan bahwa saat ini masih menggunakan sistem yang sudah berjalan selama ini karena digitalisasi parkir belum diterapkan secara menyeluruh.
Karena itu, Pemkot Bandung masih bekerja sama dengan pengelola parkir, termasuk pengelola parkir insidental yang bertugas saat penyelenggaraan acara tertentu seperti konser.
“Kalau di Tritan Point itu kan acaranya tidak setiap hari. Jadi pengelola parkirnya insidentil, tapi memang kita kerjasama dengan para pengelola parkir insidentil,” jelasnya.
Sementara terkait keberadaan mesin parkir, Farhan memastikan fasilitas tersebut masih tetap beroperasi karena telah melalui proses evaluasi dan pemeriksaan dari lembaga terkait.
Ia menambahkan, pemerintah belum berencana memindahkan mesin parkir yang ada karena masih menyesuaikan dengan pengembangan proyek transportasi massal di Kota Bandung.
“Fokus kita mungkin di tahun-tahun mendatang sedang mencari lahan parkir dan mencari investor untuk pengelolaan gedung parkir,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






