ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Makan Bergizi Gratis program Presiden Prabowo Subianto menuai pro dan kontra,dimana sebagai penerima manfaat sering terjadi keluhan pada menu yang disajikan kepada siswa siswi yang menerima.
Sering kali terjadi pada menu antara lain terjadinya penurunan kualitas pada makanan,yang menjadi problem pada makanan selain menu yang tidak sesuai bahkan tidak memenuhi standarisasi makanan sehat bergizi.
Kini hari Jum’at (29/5/2026) disalah satu sekolah Dasar Negeri di kelurahan Paminggir kecamatan Garut kota,terulang kembali pada menu yang mencengangkan baik murid ataupun orang tua murid.
ADVERTISEMENT
Sepotong Tahu isi,satu potong timun,satu potong Tomat,abon kurang lebih satu sendok makan serta satu buah jeruk. Beberapa orang tua murid merasa kecewa akan adanya menu hari ini.
Salah seorang dari orang tua murid SH (35) menyampaikan kepada wartawan menu MBG mengecewakan.
“Sungguh disayangkan program yang sudah dirancang begitu bagus dengantujuan untuk mensejahterakan rakyat terutam anak – anak yang memang membutuhkan akan mbg,bayangkan saja MBG yang menjadi harapan menu makan sehat ternyata hari ini yang ada cuma satu buah tahu isi,satu iris timun,satu iris tomat,buah jeruk satu buah,satu sendok abon.” Kata SH.
Lanjutnya,” apakah ini masuk pada porsi makanan sehat bergizi ? ko bisa dapur atau sppg menyajikan menu sperti ini,nilainya saja dapat dihitung berapa ini ?.”
Menurut penuturan SH sebenarnya bukan kali pertama adanya menu MBG yang bisa dikatakan tidak layak.
“Sebenarnya sih bukan kali ini saja terjadi menu sperti ini,sewaktu pakai keringan pun terjadi juga menu yang tidak sesuai dengan standar,yang akhirnya jadi kesal dengan adanya menu seperti ini.” Tuturnya.
“Sebaiknya tidak usah diadakan MBG menurut hematnya,karena kami juga sebagai orang tua jelas memperhatikan kebutuhan gizi anak anak kami,kalau memang tetap harus ada yang bener untuk memenuhi standar gizinya,” tambahnya
Selain menu kelurahan lain pun terungkap dimana adanya keterlambatan pengantaran sehingga mengganggu jam pulang sekolah anak,dengan banyaknya keluhan keluhan ini menjadi tanda tanya besar baginya.
“Sering telat pengantaran terutama paling sering hari jumat sehingga menghambat jam pulang siswa,Intina mah dari berbagai macam keluhan si sppg terkesan mengabaikan sehingga menimbulkan tanda tanya besar,” pungkasnya
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






