ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menemukan sejumlah organ hewan kurban yang tidak layak konsumsi saat melakukan pemeriksaan post mortem di berbagai lokasi pemotongan hewan.
Temuan tersebut diperoleh setelah petugas memeriksa 2.313 ekor hewan kurban hingga Kamis (28/5/2026). Hewan yang diperiksa terdiri dari 1.065 ekor sapi dan 1.248 ekor domba maupun kambing di 288 lokasi.
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan daging dan jeroan hewan kurban aman dikonsumsi masyarakat selama Iduladha.
ADVERTISEMENT
Petugas menemukan adanya cacing hati pada sebagian organ hati hewan kurban. Selain itu, ditemukan pula kerusakan pada organ paru seperti bercak merah hingga pengerasan jaringan.
“Hasil pemeriksaan ini memberikan kepastian dan ketenangan bagi masyarakat dalam membeli dan mengonsumsi daging hewan kurban,” kata Gin Gin, Jumat (29/5/2026).
DKPP menegaskan organ yang ditemukan mengalami kelainan harus diafkir atau dibuang karena tidak layak dikonsumsi.
“Walau mungkin ini dianggap bukan penyakit berbahaya tetapi hal kecil tersebut bisa menimbulkan musibah atau madhorot,” ujarnya.
Pemeriksaan post mortem masih akan berlangsung hingga berakhirnya hari tasyrik. DKPP menerjunkan sekitar 200 petugas yang terdiri dari dokter hewan dan paramedis veteriner dari PDHI Jabar I, Unpad dan Telkom University.
Petugas disebar ke lokasi pemotongan hewan di 30 kecamatan di Kota Bandung untuk memeriksa kesehatan daging serta organ dalam seperti jantung, hati, paru, limpa dan ginjal.
Sebelumnya, tim ante mortem DKPP Kota Bandung juga telah memeriksa 17.984 ekor hewan kurban di 289 lokasi penjualan, 277 masjid dan dua rumah potong hewan.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, sebanyak 81,88 persen hewan dinyatakan sehat dan layak, sementara 18,12 persen lainnya dinilai tidak sehat atau tidak layak.
Mayoritas hewan yang tidak layak disebabkan belum cukup umur. Selain itu, ditemukan pula kondisi sakit ringan seperti sakit mata, lesu, diare dan luka ringan akibat perjalanan maupun perubahan lingkungan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






