ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi pengeroyokan terhadap seorang Bobotoh saat konvoi kemenangan Persib Bandung ramai beredar di media sosial. Insiden itu disebut terjadi di kawasan Jalan Lembong, Kota Bandung, pada Minggu, 24 Mei 2026, di tengah suasana perayaan juara Maung Bandung.
Korban diketahui berasal dari Jampang, Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan informasi yang beredar, korban sempat ikut dalam rombongan konvoi menggunakan mobil yang ditumpangi kelompok suporter Viking.
Di tengah perjalanan, korban disebut meminta minuman keras kepada rombongan yang berada di kendaraan tersebut. Permintaan itu tidak dikabulkan hingga korban akhirnya diminta turun dari mobil. Tak lama setelah itu, korban diduga mengalami aksi kekerasan yang dilakukan beberapa orang.
ADVERTISEMENT
Kasus tersebut memicu perhatian publik dan mendapat respons resmi dari Viking Persib Club. Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis, 28 Mei 2026, organisasi suporter Persib itu menegaskan kecamannya terhadap tindakan kekerasan yang terjadi.
“Viking Persib Club mengecam dan mengutuk keras kejadian tersebut karena kejadian tersebut tidak dapat dibenarkan dan ditolerir. Salah tetap salah dan tidak akan membela yang salah,” tulis pernyataan resmi Viking. Dikutip Kamis (28/5/2026)
Hasil penelusuran internal organisasi menyebut terduga pelaku berasal dari distrik Viking Frontline dan United Colors of Bobotoh. Meski begitu, Viking menilai tindakan tersebut merupakan ulah individu dan bukan cerminan sikap organisasi secara keseluruhan.
“Sikap dari individu tersebut sama sekali tidak mewakili sikap organisasi secara keseluruhan karena kegiatan pawai dari Viking Persib Club kemarin secara keseluruhan berlangsung tertib, damai dan penuh kegembiraan,” lanjut pernyataan tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Viking Persib Club menjatuhkan sanksi internal kepada pihak yang diduga terlibat. Organisasi menyatakan kartu keanggotaan para terduga pelaku resmi dicabut karena dianggap melanggar aturan organisasi secara berat.

“Sanki internal untuk pelaku, kami dari Viking Persib Club telah memanggil yang bersangkutan untuk diminta bertanggung jawab dan menemui korban secara langsung. Terkait hal tersebut, pada hari ini (Kamis, 28 Mei 2026) para pelaku dicabut kartu keanggotaannya karena dianggap telah melakukan pelanggaran berat terhadap aturan organisasi,” lanjut pernyataan tersebut.
Viking juga memastikan proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat kepolisian tanpa campur tangan organisasi.
“Kami menyerahkan kepada pihak kepolisan dan tidak akan melakukan intervensi maupun pendampingan hukum,” tulis Viking dalam keterangannya.
Di akhir pernyataannya, Viking Persib Club mengajak seluruh Bobotoh untuk menjaga persaudaraan dan kondusivitas antarpendukung Persib agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






