ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Pendaftaran Sekolah Maung (Sekolah Manusia Unggul) Tahun Ajaran 2026 resmi dibuka secara daring pada 25–29 Mei 2026 sebagai bagian dari Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat. Namun kebijakan tersebut menuai sorotan karena pelaksanaannya berpotensi bertentangan dengan aturan nasional.
Pemerhati kebijakan pendidikan, Dan Satriana, mengatakan pelaksanaan SPMB Jawa Barat selama dua tahun terakhir dinilai tidak selaras dengan regulasi nasional, khususnya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru.
Ia menyoroti pembatasan jalur penerimaan pada Sekolah Maung yang dinilai berbeda dengan ketentuan nasional.
ADVERTISEMENT
“Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 mengatur penerimaan murid baru melalui empat jalur, yaitu domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Sementara Sekolah Maung justru membatasi pada jalur kompetensi akademik 70 persen, non-akademik 20 persen, dan potensi akademik 10 persen,” ujar Dan. Selasa, (26/5/2026)
Menurutnya, pengecualian jalur penerimaan hanya berlaku bagi sekolah kerja sama, sekolah luar negeri, pendidikan khusus, boarding school, maupun sekolah di wilayah 3T.
“Sekolah Maung jelas tidak termasuk dalam kategori pengecualian tersebut,” katanya.
Dan juga menyoroti penggunaan dasar pembentukan Sekolah Maung yang dikaitkan dengan Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2025 mengenai SMA Unggul Garuda Transformasi.
“Sekolah Maung ditetapkan oleh gubernur, sementara SMA Unggul Garuda Transformasi memiliki tahapan dan seleksi yang ditetapkan kementerian. Ini merupakan dua hal yang berbeda,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar kebijakan pendidikan tidak justru menghidupkan kembali stigma sekolah favorit.
“Kami mendesak Pemprov Jawa Barat segera melakukan evaluasi dan perbaikan total. Jangan sampai Sekolah Maung hanya menjadikan prestasi sebagai tiket masuk untuk melegitimasi kembali kasta sekolah favorit tanpa adanya cetak biru pengembangan talenta murid yang berkelanjutan,” katanya
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






