ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Program Sekolah Maung (Manusia Unggulan) yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapat sorotan dari Komisi V DPRD Jawa Barat. Dewan mengingatkan agar program tersebut tidak memunculkan kesenjangan baru dalam sistem pendidikan di Jawa Barat.
Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung menilai konsep sekolah unggulan perlu dijalankan secara hati-hati agar tidak mengulang model pelapisan sekolah seperti yang pernah terjadi pada masa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).
“Jangan sampai ini mempertegas kastanisasi sekolah. Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dulu dianggap kasta paling tinggi dan sekolah lain berada di bawahnya. Itu jangan sampai terulang,” tegas Yomanius dalam keterangannya, diterima Koran Mandala Kamis (21/5/2026).
ADVERTISEMENT
Menurutnya, pengembangan siswa dengan bakat dan kemampuan khusus memang membutuhkan ruang yang tepat. Namun, hal tersebut harus tetap berjalan beriringan dengan pemerataan kualitas pendidikan.
“Namanya prestasi, baik prestasi akademik, olahraga, seni maupun keagamaan untuk kemudian bisa ditonjolkan dan dipersiapkan dengan baik agar menghasilkan lulusan yang mampu bersaing,” ujarnya.
Sorotan DPRD juga muncul terhadap mekanisme penerimaan siswa Sekolah Maung yang dirancang menggunakan seleksi lintas wilayah tanpa sistem zonasi. Skema ini dinilai dapat memicu persaingan tidak seimbang antarsekolah.
Selain itu, pembahasan antara DPRD dan Dinas Pendidikan Jawa Barat turut menyinggung persyaratan seleksi yang dinilai cukup tinggi, yakni adanya syarat IQ minimal 130 pada salah satu jalur penerimaan.
Berdasarkan skema yang disiapkan, terdapat tiga jalur penerimaan Sekolah Maung, yakni Jalur Potensi Akademik, Jalur Kompetisi Akademik, dan Jalur Kompetisi Non-Akademik.
Pada Jalur Potensi Akademik, seleksi dilakukan melalui hasil Tes Potensi Akademik (TPA) psikolog dengan salah satu syarat yang dibahas yakni IQ minimal 130.
“Siapapun bisa masuk asal unggul. Tadi, bahkan sempat disebut IQ minimal 130, walaupun itu masih dikaji,” ungkap Yomanius.
Selain pendidikan akademik, Sekolah Maung juga dirancang menyasar penguatan sekolah vokasi melalui pengembangan SMK unggulan agar dapat menghasilkan tenaga kerja yang terampil melalui pembelajaran praktik yang lebih intensif.
DPRD berharap program tersebut tetap menjadi sarana peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh tanpa mengorbankan asas keadilan bagi sekolah lain di Jawa Barat
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






