KORANMANDALA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan menyusul adanya laporan kenaikan harga daging sapi di sejumlah daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi harga riil di pasar sebelum pemerintah menentukan bentuk intervensi yang akan dilakukan.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan pihaknya masih perlu melakukan verifikasi terhadap laporan yang menyebut harga daging sapi telah menyentuh Rp160 ribu per kilogram.
“Khusus daging sapi, nanti kami cek-ricek dulu. Daging sapi sekarang posisinya ada di angka berapa? Apakah Rp130 ribu per kilogram, apakah Rp140 ribu, apakah Rp160 ribu? Kami harus cek ke lapangan,” ujar Herman, Rabu (20/5/2026).
Ia mengatakan pengecekan akan dilakukan di sejumlah wilayah untuk mengetahui kondisi harga yang sebenarnya, termasuk di pasar-pasar tradisional di beberapa daerah.
“Teman-teman menyampaikan Rp160 ribu, kami kan belum cek ke pasar di Bandung, ke pasar di Sumedang, ke pasar di Majalengka. Nanti kami akan tinjau ke lapangan, baru nanti kami sampaikan,” katanya.
Herman menegaskan, apabila ditemukan harga daging sapi telah melampaui rata-rata atau mengalami lonjakan signifikan, pemerintah akan segera melakukan langkah intervensi.
“Kalau ternyata sudah di atas rata-rata, kan secepatnya harus kita koordinasikan. Nanti kami akan sidak untuk turun ke lapangan dan akan meninjau pasar bersubsidi, pasar murah, operasi pasar dan lain sebagainya,” ucapnya.
Selain itu, Pemprov Jawa Barat juga akan menggandeng sejumlah pihak terkait, termasuk asosiasi, untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan.
“Nanti kita kerja sama dengan asosiasi,” tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Unit Pasar Kosambi, Yayan Agustina mengatakan harga daging sapi reguler di Pasar Kosambi berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram. Sementara untuk daging sapi kualitas premium atau filet dijual sekitar Rp160 ribu per kilogram.
“Pedagang juga kesulitan menaikkan harga jual karena khawatir pelanggan beralih ke produk lain,” Ujarnya Senin (18/5/2026)
Berdasarkan informasi yang diterima dari pedagang, kenaikan harga daging sapi diduga berasal dari tingkat pemasok maupun rumah potong hewan.
“Informasi yang kami dengar, ada kenaikan harga dari pemasok. Keluhan soal harga ini sebenarnya sudah dirasakan pedagang sejak sebelum Lebaran,” Pungkasnya.
