ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Suasana Masjid Al Ihsan di lingkungan SMPN 1 Garut, Jalan A. Yani, Sabtu (18/4/2026), terasa berbeda. Bukan hanya karena momen halal bihalal pasca-Ramadan, tetapi karena satu hal yang jarang terjadi: puluhan angkatan alumni berkumpul dalam satu majelis, menyatu dalam silaturahmi yang hangat dan penuh makna.
Sedikitnya 60 angkatan hadir dalam kegiatan rutin Keluarga Besar Alumni (KBA) SMPN 1 Garut. Dari yang lulus puluhan tahun silam hingga generasi yang relatif muda, semuanya duduk bersisian, menghapus sekat usia dan waktu.
Di tengah suasana itu, Camat Garut Kota, Rena Sudrajat, hadir dan tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya.
ADVERTISEMENT
“Alhamdulillah, ini kegiatan yang sangat luar biasa. Bisa menghadirkan 60 angkatan dalam satu forum, ini bukan hal yang mudah. Ini harus menjadi inspirasi, bukan hanya untuk sekolah, tapi juga untuk masyarakat luas,” ujar Rena.
Kegiatan yang diinisiasi oleh alumni angkatan 1984, Ade Ridwan, ini mengusung tema “Berkahnya Silaturahim Setelah Ramadhan”. Tausiyah disampaikan oleh Ustaz H. Wawan Ridwan Noor, alumni angkatan 1972, yang menambah kekhidmatan suasana.
Lebih dari sekadar temu kangen, acara ini menjadi ruang untuk mempererat ikatan emosional antaralumni lintas generasi. Sebanyak 250 jamaah hadir, membuktikan bahwa semangat kebersamaan itu masih terjaga kuat.
Bagi Rena, kekompakan para alumni ini bukan hanya membanggakan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk berkontribusi lebih luas.
“Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lain untuk membangun silaturahmi yang kuat. Bahkan ke depan, bisa berkontribusi membantu program-program pemerintah,” katanya.
Ia juga menegaskan, SMPN 1 Garut selama ini dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Garut. Kualitas pendidikan yang telah terbangun, menurutnya, harus terus dijaga dan ditingkatkan.
“Alumni-alumni yang hadir hari ini adalah orang-orang sukses. Ini bisa menjadi spirit bagi para guru untuk terus mendidik siswa agar lebih baik lagi,” tambahnya.
Di balik suksesnya acara, ada kerja senyap yang dilakukan para alumni. Ade Ridwan, sebagai inisiator, menyebut kekompakan menjadi kunci utama terselenggaranya kegiatan ini.
“Ini semua berkat kerja keras dan kebersamaan para alumni. Bukan hanya jumlah yang meningkat, tapi juga kehadiran lintas angkatan yang semakin luas. Ini bukti bahwa solidaritas itu nyata,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan seluruh alumni yang telah berkontribusi, baik tenaga maupun materi, demi menjaga keberlangsungan kegiatan rutin tersebut.
Di Masjid Al Ihsan hari itu, silaturahmi bukan sekadar tradisi. Ia menjelma menjadi energi kolektif—yang menyatukan masa lalu, menguatkan hari ini, dan membuka jalan untuk kontribusi di masa depan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






