KORANMANDALA.COM –Banjir yang melanda Kabupaten Bandung kian meluas dan berdampak serius terhadap aktivitas warga. Selain merendam permukiman dan fasilitas umum, bencana ini juga menelan korban jiwa setelah tanggul sungai jebol di wilayah Banjaran.
Berdasarkan laporan, luapan Sungai Cikeruh masih menggenangi kawasan Sapan, Kecamatan Bojongsoang, sejak Sabtu (11/4/2026). Genangan air tidak hanya merendam jalan raya, tetapi juga permukiman warga, lahan pertanian, hingga fasilitas pendidikan.
Salah satu sekolah terdampak adalah SDN Sapan 3 yang terpaksa menghentikan kegiatan belajar tatap muka. Proses pembelajaran dialihkan secara daring sejak Senin (13/4/2026) akibat tingginya genangan air.
Polrestabes Bandung Bongkar Peredaran Obat Terlarang, Lima Tersangka Diamankan
“Ketinggian air sempat turun, tapi kembali naik,” ujar penjaga sekolah, Yati Sumiati.
Situasi semakin memprihatinkan setelah tanggul Sungai Cibanjaran di Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, dilaporkan jebol pada Rabu (15/4/2026) sore. Insiden tersebut menyebabkan seorang remaja perempuan berusia 18 tahun terseret arus dan meninggal dunia.
Korban diketahui terperosok saat berada di area tanggul yang tiba-tiba runtuh. Seorang saksi sempat berupaya melakukan penyelamatan, namun derasnya arus sungai membuat korban tidak tertolong.
Banjir yang terjadi di Kabupaten Bandung sendiri dipicu oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir yang menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap. Kondisi ini diperparah dengan kerusakan tanggul di sejumlah titik.
Sebelumnya, banjir juga dilaporkan merendam ribuan rumah di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung, dengan ketinggian air yang bervariasi dan mengganggu aktivitas warga secara luas.
Hingga kini, warga di sejumlah wilayah terdampak masih menghadapi genangan air yang belum sepenuhnya surut. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan penanganan dan pemantauan guna mencegah dampak yang lebih luas.
