Daerah

Truk Gagal Terobos Banjir di Cimindi, Lalu Lintas Macet Total

KORANMANDALA.COM – Banjir  setinggi sekitar 1,5 meter merendam Jalan Raya Cimindi, tepatnya di wilayah RT 06 RW 05. Peristiwa yang terjadi sejak sekitar pukul 12.00 WIB akibat hujan deras, Hal ini menimbulkan kemacetan panjang di kawasan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada pukul 16.05 WIB, satu unit truk terlihat mogok setelah mencoba melintasi genangan air yang cukup tinggi. Selain itu, beberapa pengendara sepeda motor sempat nekat menerobos banjir, namun sebagian mengalami kendala hingga kendaraan mereka mati di tengah genangan.

ejumlah kendaraan tertahan di Jalan Raya Cimindi, pengendara memilih menunggu karena tak bisa menerobos genangan banjir

Salah satu warga setempat, Arifin (70) mengatakan banjir di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut genangan air kerap muncul saat hujan deras dengan ketinggian yang bisa mencapai satu meter.

ADVERTISEMENT

“Banjir mulai sekitar jam 12 siang. Di sini memang sering, bisa sampai satu meter bahkan dulu pernah sampai 2 meter dan bikin macet,” ujarnya.

Menurut Arifin, salah satu penyebab utama banjir adalah sedimentasi atau pengendapan pasir dan sampah di saluran air yang tidak rutin dibersihkan.

“Saluran di dalam itu sudah banyak endapan pasir dan sampah. Jadi air meluap. Kalau dikeruk, seharusnya tidak sampai naik seperti ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, banjir biasanya surut dalam waktu satu hingga dua jam. Namun, kondisi drainase yang tidak optimal membuat genangan terus berulang.

Selain faktor sedimentasi, perubahan fungsi lahan juga dinilai memperparah situasi. Arifin menyebut kawasan yang dulunya merupakan area resapan air kini telah berubah menjadi permukiman.

“Dulu itu sawah, jadi air bisa meresap. Sekarang sudah jadi perumahan, resapan air tidak ada, jadi langsung meluap ke jalan,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah pengendara memilih mencari jalur alternatif. Salah satu pengendara motor Gilang (26) bahkan memutuskan untuk putar balik demi menghindari risiko kendaraan mogok.

“Saya lihat airnya tinggi, jadi mending putar balik saja. Takut mogok di tengah,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan, khususnya dengan normalisasi saluran air secara rutin agar tidak terjadi penumpukan sedimentasi.

“Harapannya saluran ini rutin dikeruk, minimal seminggu sekali dua supaya tidak banjir lagi dan menimbulkan kemacetan ” tutup Arifin.

KoranMandala.com

Published by

Recent Posts

Bed RSUD Garut Baru 1.183, Kebutuhan Ideal 2.900

KORAN MANDALA – Kapasitas pelayanan rumah sakit di Kabupaten Garut masih menghadapi tantangan besar. Dengan jumlah…

2 jam ago

Area Bermain Keropos dan Wastafel Kering, Fasilitas Taman Cempaka Dikeluhkan pengunjung

KORAN MANDALA – Sejumlah fasilitas di Taman Cempaka atau Taman Fotografi, Jalan Taman Cempaka, Kelurahan…

3 jam ago

Hendak ke Masjid, Motor Warga Malangbong Raib Dicuri

KORAN MANDALA –Niat berangkat ke masjid pada Minggu dini hari (18/10/2026) justru membuat seorang warga…

4 jam ago

Kabar Gembira Persib! Notsuda Kirim Sinyal Comeback

KORAN MANDALA – Persib Bandung mulai mendapat angin segar terkait kondisi gelandang asingnya, Gakuto Notsuda. Setelah…

5 jam ago

Berdiri Sejak 1881, Ponpes Sukamiskin Jadi Saksi Panjang Sejarah Santri di Kota Bandung

KORAN MANDALA –Pondok Pesantren Sukamiskin di Jalan A.H. Nasution Nomor 128, Kota Bandung, menyimpan perjalanan…

6 jam ago

Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Kekerasan terhadap Rombongan Persib U-18

KORAN MANDALA – Penanganan kasus kekerasan, perusakan bus, dan pencurian yang menimpa rombongan Persib U-18 di…

7 jam ago