Daerah

Kelompok Pedagang butuh Aksi Nyata Pemberdayaan PKL

KORANMANDALA.COM – Giat pemberdayaan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bandung belum terlaksana dengan maksimal. Ketua Asosiasi Pekerja dan Pedagang Kaki Lima (APPKL) Kota Bandung, Iwan Suhermawan, mengatakan keberhasilan pemberdayaan PKL sangat bergantung pada niat politik atau political will Pemerintah Kota (Pemkot) di lapangan.

Iwan menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung 11/2024 yang salah satunya bertujuan memperkuat kemampuan usaha PKL. Dalam Perda tersebut, dijelaskan bahwa PKL perlu mendapat pemberdayaan yang meliputi peningkatan kemampuan berusaha, fasilitasi akses permodalan, sarana dagang, penguatan kelembagaan, peningkatan produksi, pengolahan, pengembangan jaringan, promosi, pembinaan dan bimbingan teknis.

Meski mengapresiasi, ia mengatakan bahwa para pedagang tidak ingin terjebak dalam harapan tinggi jika tidak dibarengi dengan aksi nyata.

ADVERTISEMENT

Pengamat Soroti Lemahnya Eksekusi, Penataan PKL di Bandung Terancam Mandek

“Yang kami butuhkan itu adalah political will dari pemerintah yang bisa melindungi kepentingan PKL, memberikan kenyamanan dan pembinaan yang berkelanjutan,” kata Iwan saat ditemui, Selasa (31/3/2026).

Menurut Iwan, poin-poin pemberdayaan tersebut harus diterjemahkan ke dalam program yang relevan dengan tantangan zaman. Misalnya, membantu membekali para pedagang dengan kemampuan promosi dan berjualan secara daring. Hal tersebut, kata Iwan, perlu dilakukan untuk meningkatkan daya saing pedagang-pedagang kecil.

“Tapi kan selama ini enggak ada bantuan tersebut,” ungkapnya.

Selain digitalisasi, APPKL mendorong Pemkot Bandung untuk mengambil peran aktif dalam meningkatkan standar kualitas produk melalui sertifikasi halal. Iwan mengusulkan agar pemerintah memfasilitasi sertifikasi halal secara gratis bagi para pedagang makanan sebagai bentuk pembinaan konkret untuk menaikkan kelas PKL di mata konsumen.

Di samping itu, ia juga mengharapkan adanya pendampingan ke lembaga semacam Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk jenis produk tertentu guna memastikan aspek kesehatan dan higienitas terpenuhi sehingga tidak membahayakan masyarakat sebagai konsumen.

Langkah-langkah ini dinilai akan memberikan rasa nyaman bagi pembeli sekaligus menjamin daya saing produk lokal.

“Saya berharap ke Pemkot itu ada keberpihakan tadi itu, pembinaan dan penataan itu bukan hanya sekedar di atas kertas tapi betul-betul dilakukan, dan kami siap membantu,” ucap Iwan.

Iwan mengingatkan bahwa PKL sebagai pelaku usaha sektor informal memiliki kontribusi perekonomian yang sangat besar bagi daerah. Mereka juga memiliki peran sejarah sebagai jaring pengaman ekonomi saat Indonesia dihantam krisis hebat, mulai dari krisis moneter tahun 1998 hingga pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.

Untuk itu, ia berharap regulasi yang ada saat ini benar-benar berpihak pada pedagang dan masyarakat kecil agar roda ekonomi tetap berputar di tingkat akar rumput.

Published by

Recent Posts

Pembakaran Water Barier dan Vandalisme Tugu Simpang Lima Warnai Aksi di Bandung

KORAN MANDALA – Aksi unjuk rasa memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil…

9 jam ago

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Warga Pertanyakan Prioritas Anggaran Negara

KORAN MANDALA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…

9 jam ago

Viral Pukul Spion Mobil Rabbani, Pria di Cihampelas Jadi Tersangka

KORAN MANDALA – Aksi premanisme dan pemerasan yang sempat meresahkan pengguna jalan serta viral di…

10 jam ago

“Belum Ada Capaian Bermakna”, Kritik Massa Bandung untuk Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA – Ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa, komunitas, dan warga menggelar aksi evaluasi…

11 jam ago

Mahasiswa Unpas Beri Rapor Merah Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA –  Mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) memberikan rapor merah terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden…

12 jam ago

TKW Purwakarta Meninggal di Qatar, Kisah Heroiknya Belum Terungkap

KORAN MANDALA –Kabar duka datang dari Qatar. Rasem binti Salim, pekerja migran asal Kampung Cibendasari,…

13 jam ago