KORANMANDALA.COM – Lonjakan volume sampah selama momen Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Bandung menjadi perhatian serius Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pada malam takbiran saja, timbulan sampah tercatat mencapai 438 meter kubik atau setara 208 ton, meningkat sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan volume sampah ini berdampak pada munculnya sejumlah titik penumpukan, terutama saat pengiriman ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti sempat terhenti pada Hari H dan H+1 Lebaran.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, mengungkapkan selama periode H-1 hingga H+2 Lebaran, pihaknya memantau total 263 titik di seluruh wilayah Kota Bandung.
Produksi Sampah Bandung Tembus 1.800 Ton per Hari, Farhan Akui Jadi Persoalan Serius
“Dari H-1 sampai H+2, total ada 263 titik pantau yang kami tangani. Ini menunjukkan intensitas penanganan cukup tinggi selama periode Lebaran,” ujar Salman, Selasa (24/3/2026).
Rinciannya, pada H-1 terdapat 66 titik pantau, Hari H sebanyak 17 titik, H+1 meningkat signifikan menjadi 108 titik, dan H+2 sebanyak 71 titik. Titik-titik ini meliputi kawasan pusat kota, destinasi wisata, pasar, hingga ruas jalan utama yang mengalami lonjakan aktivitas masyarakat.
Meski tidak seluruhnya merupakan titik penumpukan berat, Salman mengakui sebagian lokasi mengalami keterlambatan pengangkutan akibat terbatasnya akses ke TPA Sarimukti.
“Memang ada beberapa TPS yang belum sepenuhnya bersih pada H+2 karena kuota pengiriman ke TPA terbatas. Tapi kami pastikan tidak sampai meluber ke jalan,” katanya.
Seiring dibukanya kembali pengiriman sampah ke TPA Sarimukti pada H+2, kondisi penanganan mulai berangsur normal. DLH mengerahkan lebih dari seribu personel dan ratusan armada untuk mengurai penumpukan di berbagai titik.
Memasuki H+3, DLH mulai memfokuskan penanganan pada titik-titik pembuangan liar yang muncul selama periode Lebaran, guna mencegah penumpukan baru.
“Kalau titik-titik liar ini tidak segera ditangani, akan memicu timbulan sampah yang lebih besar,” tegas Salman.
DLH optimistis, dengan kembali normalnya sistem pengangkutan dan pengolahan, serta penyisiran titik rawan, kondisi kebersihan Kota Bandung akan segera pulih pasca lonjakan sampah selama Lebaran.
