KORANMANDALA.COM – Menjelang Hari Raya Idulfitri, suasana jalanan di Kota Bandung tampak lebih semarak. Di sejumlah sudut kota, deretan pedagang bunga musiman bermunculan, menghadirkan warna-warni yang kontras dengan padatnya arus kendaraan.
Salah satu yang paling banyak diburu adalah bunga sedap malam (Polianthes tuberosa atau Agave amica). Aroma khasnya yang kuat seakan menjadi penanda bahwa Lebaran semakin dekat.
Sedap malam dikenal sebagai tanaman hias yang mekar pada malam hari dan kerap diasosiasikan dengan nuansa tenang serta sakral. Bunga ini juga dimaknai sebagai simbol kesucian dan kedamaian, selaras dengan semangat Idulfitri.
Dishub Bandung Siagakan Petugas di 36 Titik Antisipasi Kemacetan Libur Lebaran 2026
Di sepanjang jalan, para pedagang terlihat sibuk merapikan ikatan bunga, sementara pembeli datang silih berganti. Bagi sebagian warga, membeli bunga menjelang Lebaran bukan sekadar transaksi, melainkan bagian dari tradisi untuk menyambut tamu dan mempercantik rumah.
Lani (25), salah satu pembeli, mengaku rutin membeli sedap malam setiap tahun menjelang Lebaran.
“Sudah jadi kebiasaan. Rasanya kurang lengkap kalau ruang tamu belum dihiasi bunga ini saat Lebaran,” ujarnya saat ditemui, Jumat (20/3/2026).
Hal serupa diungkapkan Siska (23), yang memadukan sedap malam dengan bunga mawar untuk menciptakan suasana rumah yang lebih segar.
“Biasanya beli mawar sama sedap malam. Wangi dan kelihatannya lebih segar, jadi bikin suasana rumah lebih hidup,” katanya.
Fenomena ini membuat sejumlah ruas jalan di Bandung seolah berubah menjadi “lorong bunga” musiman. Di tengah padatnya arus mudik dan aktivitas belanja, kehadiran sedap malam menghadirkan nuansa berbeda yang menenangkan.
Lebaran di Bandung tidak hanya identik dengan hidangan khas dan silaturahmi, tetapi juga tradisi sederhana yang sarat makna, salah satunya melalui keharuman bunga sedap malam yang mewarnai suasana hari raya.
