KORANMANDALA.COM –Menjelang Hari Raya Idulfitri, jasa penjahit biasanya kebanjiran pesanan. Masyarakat berbondong-bondong menyiapkan busana terbaik, mulai dari pembuatan seragam keluarga hingga permak pakaian agar tampil maksimal saat Lebaran.
Namun, di tengah tingginya permintaan tersebut, seorang penjahit di kawasan Pasir Biru, Cibiru, Kota Bandung, memilih langkah berbeda. Asep Ayub (58) memutuskan membatasi pekerjaan demi menjaga kekhusyukan ibadah selama Ramadan.
Saat banyak penjahit bekerja hingga larut malam untuk mengejar tenggat waktu, Ayub justru hanya menerima pekerjaan pada siang hingga sore hari. Malam hari, ia gunakan untuk beribadah.
2.124 Titik Salat Idulfitri Disiapkan, Pemkot Bandung Pastikan Kesiapan Maksimal
“Kerja tetap siang, malam tidak ada. Malam dipakai untuk kegiatan keagamaan, tadarus dan ibadah,” ujar Ayub saat ditemui.
Keputusan tersebut membuatnya harus membatasi jumlah pesanan yang diterima. Ia hanya mengambil pekerjaan sesuai kemampuan fisik dan waktu yang tersedia.
“Memang ada lonjakan pesanan tiap mau Lebaran, tapi saya batasi sesuai kemampuan dan waktu yang ada,” katanya.
Ayub menuturkan, saat ini pesanan yang ia kerjakan didominasi jasa permak atau perbaikan pakaian, berbeda dengan beberapa tahun lalu ketika banyak pelanggan memesan pembuatan baju dari awal.
Ia menduga perubahan tersebut dipengaruhi tren belanja online yang semakin meningkat, sehingga masyarakat lebih memilih membeli pakaian jadi.
“Kalau dulu banyak yang jahit dari awal, sekarang jarang. Lebih banyak permak karena orang beli baju dari online,” ungkapnya.
Untuk jasa permak, Ayub mematok tarif bervariasi tergantung tingkat kesulitan, mulai dari Rp15.000 hingga Rp25.000.
Perjalanan usahanya pun tidak selalu mulus. Ayub mengaku sempat memiliki tempat usaha yang lebih luas sebelum terdampak krisis ekonomi dan harus bertahan di tempat yang lebih sederhana.
“Dulu tempatnya lebih luas, tapi karena krisis jadi dipersempit, sekarang di kontrakan,” katanya.
Meski bekerja di ruang terbatas, keahlian Ayub tetap dipercaya pelanggan setianya. Di tengah kesibukan menjelang Lebaran, ia memilih menjaga keseimbangan antara mencari nafkah dan menjalankan ibadah.
