KORANMANDALA.COM – Ratusan orang dari berbagai kelompok masyarakat mengikuti aksi peringatan Hari Al-Quds Internasional 2026 di kawasan Jalan Asia Afrika, Jumat (13/3/2026).
Aksi tersebut diinisiasi oleh Youth Empathy & Solidarity Indonesia bersama Aliansi Nasional Anti Zionis sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina serta penolakan terhadap Zionisme Israel.
Hari Al-Quds sendiri merupakan momentum solidaritas internasional terhadap Palestina yang diperingati setiap Jumat terakhir di bulan Ramadan.
Koordinator aksi sekaligus perwakilan YES Indonesia, Hilmi, mengatakan kegiatan tersebut telah rutin digelar di Bandung sejak 2015.
Menurutnya, tema yang diangkat pada aksi tahun ini menitikberatkan pada seruan untuk menegakkan konstitusi Indonesia dalam menolak segala bentuk penjajahan dan ketidakadilan.
“Secara tema, kami mengangkat penegakan Undang-Undang Dasar sebagai konstitusi kita untuk menolak kezaliman rezim Zionis Israel di mana pun di muka bumi,” ujar Hilmi.
Dalam orasinya, massa aksi menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina serta mengecam berbagai tindakan kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut.
Hilmi menilai persoalan di Palestina berakar dari konflik wilayah yang berkepanjangan dan belum menemukan penyelesaian yang dianggap adil oleh berbagai pihak.
“Harapan kami keadilan bisa ditegakkan di Palestina dan hak masyarakat di sana dihormati,” katanya.
Selain menyuarakan solidaritas untuk Palestina, massa juga menyampaikan dukungan moral kepada Iran terkait situasi geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataannya, Hilmi menyebut aksi tersebut membawa sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada komunitas internasional, termasuk dorongan agar konflik yang terjadi di kawasan tersebut diselesaikan secara adil dan damai.
Selain isu internasional, massa juga menyampaikan tuntutan kepada pemerintah Indonesia. Salah satunya meminta Presiden Prabowo Subianto meninjau kembali posisi Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP).
Hilmi menilai keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut perlu dikaji ulang seiring perkembangan situasi geopolitik global.
“Kami berharap pemerintah mempertimbangkan kembali posisi Indonesia agar tetap konsisten dengan prinsip politik luar negeri yang mendukung perdamaian dan keadilan,” ujarnya.
Aksi Hari Al-Quds di Bandung berlangsung dengan pengibaran bendera Palestina, pembacaan pernyataan sikap, serta orasi dari sejumlah perwakilan massa.
Para peserta berharap momentum tersebut dapat meningkatkan kesadaran publik mengenai situasi kemanusiaan di Palestina serta mendorong solidaritas internasional untuk mewujudkan perdamaian yang adil.
