KORANMANDALA.COM – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut menyiapkan 36 unit armada pengangkut sampah untuk mengantisipasi potensi penumpukan sampah saat perayaan Hari Raya Idulfitri.
Kepala DLH Garut, Jujun Juansyah, mengatakan pihaknya telah mempersiapkan berbagai langkah guna menjaga kebersihan lingkungan selama momentum Lebaran.
“Untuk menghadapi Hari Raya Idulfitri kami sudah menyiapkan 36 armada pengangkut sampah. Saat ini hanya satu armada yang masih terkendala, tetapi sudah dalam proses perbaikan,” kata Jujun, Rabu (11/3/2026).
Kemenhaj Garut Siapkan 172 Calon Jemaah Haji 2026, Berharap Konflik Timur Tengah Segera Mereda
Ia menegaskan, pihaknya akan bergerak cepat jika terjadi kendala pada armada agar proses pengangkutan sampah tetap berjalan lancar.
“Kalau ada kendala kami langsung perbaiki secepatnya. Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” ujarnya.
Meski demikian, Jujun mengingatkan bahwa pada hari pertama dan kedua setelah Lebaran (H+1 dan H+2) kemungkinan terjadi keterlambatan pengangkutan sampah. Hal ini disebabkan oleh penyesuaian jadwal petugas yang juga melaksanakan ibadah dan kegiatan silaturahmi.
“Biasanya pada H+1 dan H+2 pengangkutan agak terlambat karena petugas melaksanakan salat terlebih dahulu. Biasanya penumpukan terjadi hingga sekitar pukul 08.00–09.00 WIB, kemudian baru mulai dibereskan sekitar pukul 10.00,” jelasnya.
Selain itu, sebagian petugas juga menjalankan jadwal kerja bergiliran sehingga tidak seluruh armada dapat beroperasi secara bersamaan pada pagi hari.
“Kami menerapkan sistem sif. Misalnya pada satu waktu hanya setengah armada yang beroperasi, sehingga beberapa jalur mungkin akan mengalami keterlambatan pengangkutan,” katanya.
Terkait pengelolaan sampah di kawasan wisata, Jujun menegaskan bahwa tanggung jawab utama berada pada pengelola masing-masing objek wisata.
“Kalau kawasan wisata seperti Bagendit atau Santolo, pengelolaan sampah di dalam kawasan menjadi tanggung jawab pengelola. DLH fokus pada pengangkutan dari tempat penampungan sementara (TPS) ke tempat pembuangan akhir (TPA),” jelasnya.
Sementara itu, untuk wilayah utara Kabupaten Garut yang terjangkau layanan TPA, DLH akan mengatur strategi melalui penjadwalan pengangkutan sampah agar pelayanan tetap berjalan.
“Untuk wilayah utara yang tercover ke TPA, strategi kami melalui pengaturan jadwal. Mungkin ada keterlambatan karena pengaturan ritme kerja petugas, tetapi tetap kami upayakan agar penanganan sampah berjalan,” pungkas Jujun.
