ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Kasus campak di Indonesia kembali menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Di Jawa Barat, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mencatat sedikitnya 1.489 kasus suspek campak sepanjang Januari hingga Februari 2026.
Jumlah tersebut memperpanjang tren peningkatan kasus yang sudah terjadi sepanjang tahun sebelumnya. Pada 2025, tercatat 7.684 suspek campak di Jawa Barat, yang menjadi angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Berdasarkan data per 26 Februari 2026, terdapat dua daerah di Jawa Barat yang telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
ADVERTISEMENT
Pegadaian Serahkan Hadiah Undian Badai Emas di Bandung, Nasabah Dago Menang Emas 124 Gram
Wilayah tersebut yakni Kabupaten Garut dengan status KLB di Desa Karyasari, Desa Sukamulya, dan Desa Cibiuk Kaler, serta Kabupaten Tasikmalaya dengan KLB di Desa Linggawangi dan Desa Mekarjaya.
Kondisi ini mendorong pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya campak, mulai dari cara penularan, gejala, hingga langkah pencegahannya.
Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, campak merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus yang termasuk dalam keluarga Paramyxoviridae.
Cara Penularan Campak
Virus campak dikenal sangat mudah menular dan dapat menyebar melalui beberapa cara, di antaranya:
-
Percikan saliva (droplet)
Penularan terjadi melalui percikan ludah saat penderita batuk atau bersin. -
Kontak langsung
Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita. -
Benda yang terkontaminasi
Virus campak dapat bertahan di permukaan benda selama beberapa jam. Penularan dapat terjadi jika seseorang menyentuh benda tersebut kemudian menyentuh area wajah seperti hidung, mulut, atau mata.
Gejala Campak
Gejala campak biasanya muncul sekitar 10 hingga 14 hari setelah seseorang terinfeksi. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
-
Demam tinggi hingga mencapai 40 derajat Celsius
-
Gejala menyerupai flu seperti batuk kering, pilek, dan peradangan mata (konjungtivitis)
-
Ruam kemerahan yang muncul dari wajah dan telinga lalu menyebar ke seluruh tubuh
-
Munculnya bintik Koplik, yakni bercak putih kecil di dalam mulut terutama pada bagian dalam pipi
Risiko Komplikasi
Jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti:
-
Pneumonia atau radang paru-paru
-
Otitis media atau infeksi telinga
-
Ensefalitis atau radang otak
-
Gangguan penglihatan permanen
-
Gangguan pada sistem pencernaan
Cara Mencegah Campak
Upaya pencegahan campak dapat dilakukan melalui beberapa langkah berikut:
-
Vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella) yang merupakan cara paling efektif untuk mencegah campak
-
Menghindari kontak langsung dengan penderita
-
Menjaga kebersihan tangan dan lingkungan
-
Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala campak
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk memastikan anak-anak telah mendapatkan imunisasi lengkap guna mencegah penyebaran penyakit ini, terutama di wilayah yang telah menetapkan status KLB.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






