ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Ketersediaan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional menjadi perhatian di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM nasional masih dalam kondisi aman.
“Cadangan BBM masih cukup untuk 20 hari,” ujar Bahlil di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Pernyataan itu disampaikan menyusul langkah Iran yang menutup operasional Selat Hormuz, jalur utama perdagangan minyak dan gas dunia, sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayahnya pada Sabtu (28/2/2026).
ADVERTISEMENT
Sidang Tertunda, Penasihat Hukum Ajukan Eksepsi Soal Kewenangan PN Bandung
Meski ketegangan geopolitik berpotensi memengaruhi harga energi global, Bahlil menegaskan hingga kini pasokan BBM dalam negeri belum terdampak secara langsung.
“Sampai hari ini tidak ada masalah. Namun, harga dunia bisa saja mengalami koreksi jika kondisi geopolitik di Timur Tengah terus memanas,” katanya.
Pemerintah, lanjut dia, akan menggelar rapat koordinasi untuk mengkaji langkah antisipatif guna menjaga stabilitas pasokan dan harga energi nasional.
Pekerja Transportasi Mulai Waswas
Di tingkat akar rumput, situasi ini memunculkan kekhawatiran, terutama di kalangan pekerja jasa transportasi yang bergantung pada BBM untuk penghasilan harian.
Ridwan (36), pengemudi ojek online (ojol) di Bandung, mengaku cemas dengan potensi kenaikan harga maupun kelangkaan BBM.
“Kalau sebagai pengguna BBM pasti khawatir. Tapi sebagai masyarakat, kita menunggu kebijakan dari pemerintah,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Ia berharap pemerintah menyiapkan solusi alternatif, seperti kemudahan konversi ke motor listrik atau kebijakan subsidi agar beban operasional tidak semakin berat.
“Motor listrik mungkin bisa dipermudah sebagai pengganti, atau harga BBM tertentu bisa ditekan,” katanya.
Hal senada disampaikan Jalal (48), sopir angkutan kota (angkot) di Bandung. Ia mengaku menghabiskan sekitar Rp130 ribu per hari untuk membeli BBM.
“Agak waswas juga. Setiap hari perlu BBM untuk jalan dan cari nafkah,” ucapnya.
Menurut Jalal, kenaikan harga BBM akan langsung berdampak pada pendapatan bersih yang diterimanya. Ia berharap pemerintah mampu menjaga stabilitas stok dan harga, terutama menjelang Idulfitri saat kebutuhan masyarakat meningkat.
Pengamat: Dampaknya Bisa Sistemik
Pengamat ekonomi dari Universitas Insan Cendekia Mandiri, Deni Rizki, menilai gejolak di Timur Tengah berpotensi memengaruhi stabilitas energi nasional. Ia menyebut sekitar 25 persen impor minyak mentah dan 30 persen gas LPG Indonesia berasal dari kawasan tersebut.
“Situasi perang di Timur Tengah berpotensi berdampak signifikan terhadap perekonomian nasional,” kata Deni.
Menurutnya, meskipun Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan dari Timur Tengah, harga minyak merupakan komoditas global. Ketika pasokan terganggu, harga cenderung naik secara internasional dan berdampak ke seluruh negara importir.
“Harga minyak tidak hanya naik di kawasan konflik, tetapi juga di negara lain karena suplai terbatas sementara permintaan tetap tinggi,” ujarnya.
Deni menegaskan, kenaikan harga BBM berisiko memicu efek berantai terhadap harga barang dan jasa lain, terutama bahan pokok, karena komponen distribusi sangat dipengaruhi biaya energi.
“Jika harga BBM naik, hampir pasti harga barang dan jasa ikut terdorong naik,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi dampak jangka pendek, terutama menjelang Idulfitri, ia mendorong pemerintah menyiapkan kebijakan stabilisasi harga melalui skema subsidi yang terukur.
“Langkah pertama adalah mengamankan harga, salah satunya melalui subsidi untuk jangka pendek,” katanya.
Namun demikian, Deni mengingatkan ruang fiskal pemerintah saat ini relatif terbatas, seiring kebijakan efisiensi dan pengalihan anggaran pada sejumlah program prioritas. Karena itu, ia menyarankan dilakukan refocusing anggaran untuk kebutuhan yang lebih mendesak.
“Secara fiskal sebenarnya memungkinkan, selama ada kebijakan untuk memfokuskan anggaran pada kebutuhan yang paling prioritas,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






