ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Pemerintah Kota Bandung tengah mengkaji ulang penamaan sejumlah taman kota yang dinilai tidak lagi relevan dengan fungsi serta konteks sosial dan budaya masyarakat saat ini.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Luthfi Firdaus, menyebut sedikitnya terdapat 27 taman tematik yang diusulkan untuk ditinjau kembali. Proses kajian tersebut dilakukan bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung dan masih menunggu asesmen lanjutan dari Wali Kota Bandung.
“Dulu banyak taman diberi label tematik, seperti Taman Fitness atau Taman Lansia. Namun dalam praktiknya, fungsi tersebut sudah tidak relevan. Taman fitness misalnya, tidak digunakan khusus untuk berolahraga, dan Taman Lansia juga digunakan oleh semua kalangan,” ujar Luthfi, Sabtu (17/1/2026).
ADVERTISEMENT
DPKP Kota Bandung Evaluasi Alun-alun dan Baksil, Ditargetkan Dibuka Kembali Dua Pekan ke Depan
Menurut Luthfi, sejumlah taman tematik kini masuk tahap evaluasi karena dinilai tidak lagi selaras dengan fungsi, sejarah, serta konteks budaya kawasan tempat taman tersebut berada.
“Beberapa taman yang kami usulkan untuk dikaji antara lain Taman Fitness, Taman Fotografi, Taman Lansia, Taman Kandaga Puspa, Taman Dago Cikapayang, hingga Taman Superhero. Khusus Taman Lansia, secara historis kawasan itu merupakan Taman Cibeunying, sehingga memiliki akar budaya yang kuat untuk dikembalikan ke identitas awalnya,” jelasnya.
Ia menegaskan, rencana penamaan ulang tersebut bukan bertujuan menghapus jejak kepemimpinan wali kota sebelumnya. Sebaliknya, langkah ini diarahkan untuk menguatkan kembali nilai budaya karuhun sekaligus memperluas fungsi sosial taman agar lebih inklusif.
“Kalau namanya terlalu tematik, konsep taman menjadi terbatas. Dengan penamaan yang lebih kontekstual secara budaya dan lokasi, pengelolaan serta aktivasi taman akan lebih leluasa dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Selain mempertimbangkan aspek budaya dan fungsi, Pemkot Bandung juga memperhitungkan kesiapan anggaran dalam rencana pengkajian ulang taman-taman tersebut.
“Terkait anggaran, belum tentu semua dari 27 taman itu langsung mengalami perubahan, termasuk penggantian papan nama. Kajian akan dilakukan bertahap dan diprioritaskan pada taman yang secara fungsi maupun konsepnya sudah paling tidak relevan,” tandas Luthfi.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






