KORANMANDALA.COM –Mengisi waktu menjelang berbuka puasa atau ngabuburit tidak melulu dengan berburu takjil. Di Kota Bandung, olahraga ringan di sore hari selama Ramadan justru kian diminati warga sebagai pilihan aktivitas yang menyehatkan.
Fenomena ini tampak di Lapangan Gasibu yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Kelurahan Citarum, Kecamatan Bandung Wetan. Berdasarkan pantauan Koran Mandala pada Sabtu (28/2/2026), kawasan tersebut dipadati warga yang melakukan jogging maupun berjalan santai di trek lari sepanjang 400 meter.
Dokter sekaligus kreator konten kesehatan, Tirta Mandira Hudhi atau yang dikenal sebagai dr. Tirta, menjelaskan bahwa waktu menjelang berbuka merupakan fase paling menantang bagi tubuh saat berpuasa.
ADVERTISEMENT
“Menjelang berbuka, kadar gula darah berada di titik terendah. Tubuh dipaksa beraktivitas dengan energi minimal sehingga adaptasi metabolik meningkat. Namun, intensitas olahraga sebaiknya ringan hingga sedang agar tidak memicu pusing atau pingsan,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila dilakukan secara konsisten selama Ramadan, olahraga ringan saat berpuasa justru dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
“Jika dilakukan rutin selama Ramadan, efek peningkatan stamina dan daya tahan tubuh akan terasa signifikan setelah bulan puasa,” katanya.
Salah seorang warga, Dimas (28), mengaku rutin berolahraga di Gasibu saat puasa untuk menjaga kebugaran sekaligus mengisi waktu ngabuburit.
“Saya ke sini untuk jogging sekaligus ngabuburit. Daripada di rumah tanpa aktivitas, lebih baik olahraga karena kebetulan dekat dari rumah,” ujarnya.
Menurut Dimas, sore hari menjadi waktu yang paling ideal untuk berolahraga ringan selama Ramadan. Saat berpuasa, ia membatasi diri hingga sekitar 15 putaran, sedangkan di luar puasa bisa mencapai 30 putaran, tergantung kondisi tubuh.
Hal serupa disampaikan Ajeng (25), warga Antapani, yang sengaja datang ke kawasan Gasibu untuk berolahraga sekaligus mencari takjil.
“Saya memang senang olahraga, jadi sekalian ngabuburit supaya tetap produktif. Di sekitar sini juga banyak penjual takjil, jadi setelah jogging bisa langsung mencari makanan untuk berbuka,” ucapnya.
Ajeng menilai, aktivitas fisik ringan justru membuat tubuh terasa lebih segar dibanding hanya berdiam diri di rumah.
Dengan tetap memperhatikan intensitas dan kondisi fisik, olahraga ringan saat Ramadan dapat menjadi alternatif ngabuburit yang sehat sekaligus produktif bagi masyarakat Kota Bandung.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






