ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Niat menunaikan ibadah Salat Jumat justru berujung petaka bagi Hilal Fachru Rizal (20), seorang penjual cireng di kawasan Cipadung, Kota Bandung. Sepeda motor inventaris kantor yang dititipkan kepadanya raib digondol pencuri saat ia tengah beribadah, Jumat (2/1/2026) siang.
Tak hanya motor, pelaku juga membawa kabur ponsel serta sejumlah barang berharga lain yang disimpan di dalam laci gerobak dagangan milik korban.
Hilal mengungkapkan, aksi pencurian terjadi sangat cepat. Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, pelaku beraksi hanya dalam rentang waktu sekitar dua menit.
ADVERTISEMENT
Target Investasi Besar, Sekda Ingatkan DPMPTSP Bandung Tak Terjebak Seremonial
“Kalau dilihat dari CCTV Alfamart, kejadiannya jam 12.08 WIB. Pelaku masih ada di sini sampai jam 12.10-an. Jadi kejadiannya cepat banget, cuma sekitar dua menit,” ujar Hilal kepada Koran Mandala, Sabtu (3/1/2026).
Ia menjelaskan, sebelum berangkat Salat Jumat, dirinya sudah memastikan kondisi gerobak dalam keadaan terkunci. Kunci motor, ponsel, dan barang lainnya disimpan di dalam laci yang juga telah dikunci.
“Gerobak sudah saya kunci. Kunci motor, HP, semuanya saya simpan di laci. Tapi pas pulang Jumatan, motor sudah hilang, kunci dan HP juga ikut dibawa,” tuturnya.
Hilal mengaku tidak mencurigai adanya gerak-gerik pelaku sebelumnya. Selama berjualan, ia hampir selalu berada di lokasi dan hanya meninggalkan gerobak saat ke kamar mandi atau beribadah.

Peristiwa ini meninggalkan beban psikologis dan moral yang berat bagi Hilal. Pasalnya, sepeda motor yang hilang bukan milik pribadi, melainkan inventaris kantor yang digunakan untuk operasional kerja sehari-hari.
“Sedih dan panik pasti. Itu bukan motor saya, tapi motor kantor. Jadi kepikiran terus,” katanya.
Usai kejadian, Hilal berupaya mengumpulkan rekaman CCTV dari sejumlah gerai di sekitar lokasi, termasuk Alfamart dan Momoyo, sebagai bahan pelaporan ke pihak kepolisian.
Di tengah keterpurukan, Hilal mengaku bersyukur atas sikap bijak atasannya. Alih-alih menyalahkan, sang bos justru berusaha menenangkan kondisi mental karyawannya.
“Kalau dari saya pribadi merasa harus ganti rugi. Tapi kata bos, ‘Kerja saja dulu, soal motor nanti dibicarakan baik-baik’. Itu sedikit bikin saya tenang,” ungkapnya.
Hingga kini, rekaman CCTV telah dikantongi dan rencananya akan dilaporkan ke pihak berwajib untuk mengungkap identitas pelaku. Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa tindak kriminal dapat terjadi dalam waktu singkat, bahkan saat korban tengah menjalankan ibadah.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






