ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Lonjakan kunjungan wisatawan ke Kota Bandung selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) berdampak langsung pada tingkat hunian hotel. Sejumlah hotel, khususnya yang berada di pusat kota dan kawasan destinasi wisata, mencatat okupansi hingga menyentuh angka maksimal.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan, mengungkapkan pihaknya melakukan pemantauan langsung ke sejumlah hotel saat malam pergantian tahun. Dari hasil monitoring tersebut, tingkat hunian menunjukkan tren positif, meski belum merata di seluruh wilayah kota.
“Pas malam tahun baru, kami memonitor langsung ke lebih dari belasan hotel. Dari laporan yang masuk, hotel-hotel di pusat kota seperti Kimaya, D’Braga, bahkan Vasaka, tingkat okupansinya mencapai 100 persen,” kata Adi saat dikonfirmasi, Jumat (2/1/2026).
ADVERTISEMENT
Ekspansi Hotel Sensa Digenjot, PLN Tambah Daya Listrik untuk Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Energi
Namun demikian, Adi menjelaskan tidak semua hotel mengalami kondisi serupa. Hotel-hotel yang berada agak jauh dari pusat destinasi wisata mencatat okupansi di kisaran 60 hingga 70 persen. Beberapa di antaranya bahkan mampu menembus angka 80 persen, meski tidak sampai penuh.
“Jadi memang tidak merata. Yang benar-benar penuh itu kebanyakan hotel yang lokasinya berada di pusat-pusat destinasi wisata,” jelasnya.
Adi menilai tingginya okupansi hotel sejalan dengan capaian jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Bandung yang tahun ini tercatat melampaui target. Kondisi tersebut menjadi indikator positif bagi sektor pariwisata dan perhotelan di Kota Bandung.
Terkait target kunjungan wisatawan pada tahun mendatang, Adi menyebut penetapannya tidak dilakukan secara sederhana, melainkan melalui mekanisme dan perhitungan yang matang.
“Ada mekanisme untuk menghitung proyeksi tahun depan. Biasanya memang ada perhitungan kenaikan sekian persen, tapi itu tidak serta-merta,” ujarnya.
Menurutnya, Disbudpar masih akan melakukan pendalaman data, termasuk memetakan pola kunjungan wisatawan, destinasi mana yang mengalami peningkatan signifikan, serta sebaran wisatawan di berbagai wilayah kota.
“Nanti setelah datanya lebih detail, wisatawan datang ke mana saja, kawasan mana yang meningkat, baru kita bisa menghitung target tahun depan secara lebih akurat,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






