ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menyiagakan ratusan petugas kebersihan guna mengantisipasi peningkatan volume sampah selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Lonjakan sampah di sejumlah kawasan padat aktivitas diperkirakan bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan hari normal.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto, mengatakan pihaknya telah memetakan 17 titik pusat keramaian publik yang menjadi prioritas pengamanan kebersihan. Lokasi tersebut meliputi kawasan wisata, ruas jalan rawan kemacetan, hingga pusat aktivitas masyarakat yang diprediksi dipadati wisatawan dan warga selama libur panjang.
“Momentum Natal dan Tahun Baru hampir selalu diikuti peningkatan volume sampah. Di beberapa titik, kenaikannya bisa dua kali lipat. Karena itu, kami menyiapkan 249 petugas kebersihan untuk disiagakan di 17 titik keramaian,” kata Darto, Minggu (21/12/2025).
ADVERTISEMENT
Alarm Sampah Bandung Berbunyi Lagi, Mulai 11 Januari 2026, Kota Bandung Terancam Krisis Sampah
Ia menjelaskan, sistem kerja petugas disesuaikan dengan tingkat kepadatan di masing-masing lokasi. Beberapa titik dijaga dengan satu sif, sementara kawasan dengan aktivitas tinggi menerapkan dua hingga tiga sif dalam sehari.
“Untuk titik dengan tiga sif, petugas mulai bekerja sejak pukul 04.00 pagi sampai sekitar pukul 08.00, kemudian dilanjutkan sif sore dan malam. Ada juga lokasi yang cukup dengan satu sif penyapuan pagi, semua menyesuaikan kondisi lapangan,” jelasnya.
Menurut Darto, langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Bandung agar seluruh pusat keramaian selama libur Nataru tetap terjaga kebersihannya. Kenyamanan warga dan wisatawan menjadi perhatian utama Pemkot Bandung di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Sebanyak 17 titik ini sudah kami identifikasi sebagai kawasan yang ramai pengunjung dan aktivitas. Karena itu, pengawasan kebersihan kami fokuskan di lokasi-lokasi tersebut,” katanya.
Darto menegaskan, petugas yang diterjunkan memiliki tugas utama melakukan penyapuan dan pengumpulan sampah secara cepat dan berkelanjutan agar tidak terjadi penumpukan.
“Petugas ini memang difokuskan untuk pembersihan. Istilahnya petugas gaspol, supaya sampah langsung terangkut dan tidak dibiarkan menumpuk terlalu lama,” tandasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






