Daerah

Syukuran Lembur di Ujungberung, Warga Doakan Leluhur dan Gaungkan Pelestarian Budaya Lokal

Ia menjelaskan, Syukuran Lembur memiliki filosofi dan pesan moral yang kuat, yakni menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan sesama manusia, manusia dengan Tuhan, serta manusia dengan alam.

Nilai-nilai tersebut dinarasikan dan divisualisasikan melalui rangkaian tradisi dan ritual budaya yang dijalankan oleh masyarakat.

Sutrisna menambahkan, salah satu pesan utama Syukuran Lembur adalah ajakan untuk melestarikan lingkungan, khususnya menjaga keberlangsungan sumber daya air.

Menurutnya, manusia memiliki kewajiban memelihara alam yang telah disediakan Tuhan agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Anggota DPRD Kota Bandung, Asep Sudrajat, menilai kegiatan Syukuran Lembur di Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung, sebagai cerminan kuatnya jalinan silaturahmi masyarakat sekaligus bukti hidupnya seni dan budaya lokal yang perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Bandung.

Menurut Asep, Syukuran Lembur bukan sekadar perayaan budaya, melainkan momentum kebersamaan yang mampu menyatukan masyarakat dalam suasana kebahagiaan dan kolaborasi untuk terus menguatkan identitas budaya lokal yang masih terjaga hingga saat ini.

“Budaya adalah momentum untuk masyarakat bisa bersilaturahmi, berkolaborasi dalam kebahagiaan, sekaligus mengangkat dan memperkuat budaya lokal yang ada,” ujar Asep.

Ia menegaskan, ke depan setiap penyelenggaraan event di Kota Bandung semestinya selalu melibatkan kesenian dan budaya lokal yang telah dipertahankan oleh masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan tersebut penting agar budaya tidak hanya lestari di tingkat lokal, tetapi juga mendapat panggung yang lebih luas.

Asep juga mendorong Pemerintah Kota Bandung agar memberikan apresiasi dan ruang bagi para pelaku seni dan budaya lokal, termasuk dengan menampilkan mereka pada berbagai momen besar kota, sehingga kebudayaan daerah tetap hidup dan berkembang di tengah modernisasi.

Lurah Pasanggerahan, Ulfah Sari, menegaskan komitmen kelurahannya dalam melestarikan budaya sekaligus menggerakkan UMKM melalui kegiatan Syukuran Lembur ke-19 yang digelar sebagai agenda tahunan.

Meski dilaksanakan dengan keterbatasan anggaran, kegiatan ini tetap berlangsung meriah berkat kolaborasi berbagai unsur masyarakat, mulai dari LKK, tokoh masyarakat, tokoh seni, hingga para penggiat budaya.

“Alhamdulillah, dengan dana yang sangat terbatas, kegiatan ini bisa terlaksana karena kebersamaan dan dukungan semua elemen warga,” ujar Ulfah.

Menurut Ulfah, antusiasme warga dan para pemangku kepentingan menjadi kekuatan utama terselenggaranya acara tersebut. Dukungan juga datang dari unsur pemerintahan, termasuk Dewan Kota Bandung.

Meski Wali Kota Bandung berhalangan hadir karena agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan, semangat partisipasi masyarakat tetap tinggi. Ia berharap Syukuran Lembur dapat terus berlanjut setiap tahun dan menjadi agenda tetap Kelurahan Pasanggerahan, bahkan berkembang sebagai aset budaya Kota Bandung.

Selain pameran seni dan budaya, kegiatan ini dinilai efektif menghidupkan dan mengembangkan UMKM lokal. “Kegiatan ini sangat menggerakkan UMKM yang ada di Pasanggerahan,” katanya.

Ulfah juga menekankan makna syukuran sebagai ungkapan rasa syukur atas keberadaan mata air di wilayahnya yang menjadi sumber kehidupan, tidak hanya bagi warga Pasanggerahan tetapi juga bagi Kota Bandung. Nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun diharapkan terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi penerus agar tetap lestari.

Page: 1 2

Share