ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Viralnya sebuah video TikTok yang menampilkan aktivitas pembuatan jalan di kawasan kaki Gunung Ciremai memicu pertanyaan publik.
Dalam video tersebut, seolah-olah Objek Wisata Arunika melakukan perusakan kawasan sehingga menimbulkan sorotan warganet dan bahkan membuat Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, melakukan inspeksi beberapa waktu lalu.
Koordinator penanaman pohon di kawasan tersebut, Nuky Nurcholis, yang merupakan pekerja di Puspita Grup, memberikan klarifikasi terkait pembangunan jalan tersebut. Dalam jumpa pers, Senin (8/12/2025), ia menegaskan bahwa jalan yang dibuat bukan untuk kegiatan wisata, melainkan untuk mendukung proses penghijauan.
ADVERTISEMENT
“Pembuatan jalan ini untuk pendistribusian bibit tanaman yang akan ditanam di kawasan kaki Gunung Ciremai, bukan untuk sirkuit seperti yang beredar di media sosial,” jelas Nuky.
Nuky menyayangkan beredarnya video dan pemberitaan sepihak yang menarasikan bahwa pembangunan jalan itu bertujuan membuka akses wisata baru. Menurutnya, akses tersebut murni untuk keperluan transportasi bibit pohon dalam program penghijauan.
Ia menambahkan bahwa penanaman pohon di wilayah tersebut merupakan komitmen Arunika Eatery dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sejak 2015 hingga 2025, kata Nuky, pihaknya telah menanam sekitar 30.000 bibit berbagai jenis tanaman di kawasan kaki Gunung Ciremai.
“Tidak ada perluasan kawasan objek wisata Arunika. Fokus kami adalah menjaga keseimbangan alam,” tegasnya.
Nuky berharap pemerintah daerah dapat mendukung program penghijauan tersebut. Ia menilai upaya penanaman pohon sangat penting untuk menjaga kawasan Gunung Ciremai, terutama untuk meningkatkan daya serap air dan mencegah bencana seperti banjir maupun longsor.
“Menjaga alam lebih penting demi keseimbangan lingkungan, agar tidak terjadi bencana seperti yang terjadi di beberapa daerah,” ujarnya. (Hendra)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






