KORANMANDALA.COM – Ribuan warga yang memiliki nama “Asep” dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Gedung Art Center Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (25/10/2025), dalam acara bertajuk “KontribuSEP: Kita Wujudkan Semangat Kekeluargaan ti Asep ka Asep keur Indonesia”.
Kegiatan tersebut digelar oleh Paguyuban Asep Dunia (PAD) sebagai wadah silaturahmi sekaligus bentuk kontribusi sosial para pemilik nama Asep di seluruh Indonesia.
Acara ini dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Garut, pengurus PAD, DWP DPD Asep seluruh Indonesia, Paguyuban Istri Asep, serta berbagai tamu undangan lainnya.
Polisi Ungkap Modus Baru Peredaran Miras COD di Garut, Warga Minta Pengawasan Diperketat
Dari Jakarta ke Garut: Kiprah Paguyuban Asep Dunia
Paguyuban Asep Dunia awalnya berdiri dengan nama Paguyuban Asep (PA) pada 1 Agustus 2010 di Jakarta. Lima tahun kemudian, tepatnya 20 Oktober 2015, organisasi ini berganti nama menjadi Paguyuban Asep Dunia (PAD) melalui konferensi yang juga digelar di Jakarta.
Ketua Umum atau Presiden PAD Kabupaten Garut, Asep Jaelani, menjelaskan bahwa kegiatan “KontribuSEP” telah dipersiapkan dengan matang sejak jauh hari oleh jajaran pengurus DPD Garut.
“Kegiatan ini direncanakan jauh hari oleh teman-teman DPD Kabupaten Garut sehingga bisa dilaksanakan dengan baik di gedung yang representatif seperti Art Center ini,” ujar Asep Jaelani.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan acara tahunan tersebut.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan penuh semangat. Semoga suksesnya acara ini menjadi contoh bagi DPD PAD lainnya di seluruh Indonesia,” tuturnya.
Lebih lanjut, Asep Jaelani menjelaskan bahwa KontribuSEP 2025 berfokus pada empat pilar utama yang menjadi landasan gerak Paguyuban Asep Dunia, yaitu agama, sosial budaya, ekonomi, dan pendidikan.
“KontribuSEP ini merupakan kontribusi nyata dari para Asep untuk bangsa dan negara. Melalui empat pilar tersebut, kami ingin menunjukkan bahwa Asep bisa memberi manfaat luas bagi masyarakat,” jelasnya.
Pada pilar agama, kegiatan diisi dengan Parade Da’i Asep dan pengajian bulanan di berbagai daerah.
Untuk sosial budaya, PAD mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis, santunan anak yatim, serta pentas seni dan budaya sebagai bentuk pelestarian nilai-nilai kearifan lokal.
“Asep selalu hadir saat masyarakat membutuhkan, seperti ketika terjadi bencana di Cianjur, Kalimantan, maupun Garut. Inilah bentuk nyata kontribusi kami dalam bidang sosial dan budaya,” kata Asep.
Dalam sektor ekonomi, PAD memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro melalui stand UMKM yang digerakkan oleh anggota PAD sendiri.
“Slogan kami, ‘Dari Asep, oleh Asep, untuk Indonesia’, artinya Asep harus berdaya dan saling mendorong agar bisa tumbuh bersama, khususnya di bidang ekonomi,” tegasnya.
Sementara di bidang pendidikan, PAD berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut untuk menggelar lomba mewarnai anak-anak TK, sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda.
Asep Jaelani juga menyampaikan rasa bangga karena Paguyuban Asep Dunia kini mulai dikenal secara internasional.
“Saya punya harapan agar Paguyuban Asep benar-benar mendunia. Alhamdulillah, harapan itu mulai terwujud karena kegiatan kami sudah diliput oleh media dari Jerman. Ini pencapaian luar biasa,” ungkapnya dengan penuh syukur.
Akhir acara diwarnai dengan ucapan terima kasih dari Asep Jaelani kepada seluruh pihak yang mendukung, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Asep Wawan, BAZNAS, para sponsor, dan seluruh pengurus PAD di Indonesia.
“Terima kasih atas dukungan dan kehadiran semua pihak. Semoga semangat dari Asep untuk Asep, dan dari Asep untuk Indonesia, terus menyebar ke seluruh penjuru negeri,” pungkasnya.
