Karakteristik dan Habitat Macan Tutul Jawa
Macan Tutul Jawa, ilmiah bernama Panthera pardus melas, bersifat nokturnal. Ia aktif berburu malam hari dan menghindari aktivitas siang yang terang.
Ukurannya relatif kecil dibanding macan tutul dari wilayah lain, dengan panjang tubuh sekitar 150 cm dan tinggi mencapai sekitar 90 cm.
Kulitnya bercorak khas dengan totol-totol gelap di atas latar warna yang lebih terang. Habitat alami Macan Tutul Jawa mencakup hutan pegunungan dan hutan lebat di pulau Jawa, termasuk kawasan konservasi seperti Gunung Sanggabuana.
Kondisi hutan produksi yang masih rapat dan aliran sungai yang bersih mendukung kelangsungan hidupnya.
Mengapa Temuan Ini Penting
Pertama, data itu menguatkan bahwa Gunung Sanggabuana tetap jadi habitat aman untuk satwa langka. Kedua, kamera jebak sebagai metode observasi membuktikan bahwa populasi macan tutul dan naga aktif secara alami di area hutan tersebut.
Ketiga, Naga Jawa bersifat sangat peka terhadap polusi dan perubahan lingkungan. Maka, kehadirannya membantu mengukur tingkat gangguan ekosistem.
Upaya Konservasi & Tantangan ke Depan
SCF menunjukkan melalui survei bahwa perlindungan hutan di Sanggabuana masih berjalan efektif. Pengelolaan limbah, pembatasan aktivitas manusia, dan edukasi masyarakat sekitar akan menjaga kestabilan habitat.
Namun, ancaman seperti deforestasi, perburuan, dan fragmentasi hutan tetap mengintai. Pemerintah dan lembaga swadaya harus ikut bergerak agar eksistensi kedua satwa tersebut tetap terjaga.*
