ADVERTISEMENT
Para pelaku usaha kecil pun terpaksa ikut ambil bagian, menyapu dan membersihkan area agar pengunjung tetap nyaman.
“Harapan saya, pengunjung jangan buang sampah sembarangan. Soalnya sekarang sudah tidak ada pembersihan dari dinas, jadi kami pedagang yang beresin sendiri,” tutur Sufiah.
ADVERTISEMENT
Kisah Sufiah bukan sekadar cerita tentang pedagang sate. Ia adalah potret ketangguhan pelaku UMKM yang menjadikan Taman Kartini sebagai ruang hidup. Taman ini bukan hanya pusat rekreasi, melainkan denyut ekonomi yang menopang banyak keluarga kecil.
Di setiap tusukan sate yang ia jual, tersimpan harapan agar ruang publik seperti Taman Kartini terus terjaga. Bukan hanya sebagai tempat hiburan, tapi juga sebagai ladang penghidupan bagi masyarakat kecil yang berjuang menjaga dapurnya tetap mengepul.***
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






