ADVERTISEMENT
KoranMandala.com – Lapangan Jati, Desa Cintarakyat, Kecamatan Samarang, dipenuhi keceriaan pada Sabtu (16/8/2025). Puluhan tim sepak bola dari berbagai penjuru Kabupaten Garut berkumpul bukan untuk memperebutkan piala, melainkan untuk menjalin silaturahmi dan berbuat kebaikan lewat ajang bertajuk “Laga Amal 26 Memberi Terangkan Hati.”
Pertandingan ini lahir dari gagasan komunitas sepak bola Remako yang dipelopori Ceng Lulu. Ia menyebut, nama “Laga Amal” dipilih karena sesuai dengan tujuannya: berlaga di lapangan sembari beramal.
“Komunitas ini diberi nama Laga Amal, karena memang benar-benar untuk beramal,” ujar Lulu.
ADVERTISEMENT
Siap Kantongi Point Penuh Dari Jepara, Persib Bandung Bawa 22 Pemain
Ada yang berbeda dari turnamen ini. Setiap tim yang mendaftar tidak dikenakan biaya tetap, melainkan dengan nominal seikhlasnya.
Dana yang terkumpul kemudian dialokasikan untuk kegiatan sosial, seperti membantu biaya pengobatan, menyumbang renovasi masjid, hingga membantu keluarga mantan pemain bola yang membutuhkan.
“Laga Amal ini berdiri sejak 2024. Awalnya karena banyak mantan pemain hebat di Garut yang kurang memiliki wadah persatuan, sekaligus ada niat membantu keluarga sesama pesepakbola yang membutuhkan pertolongan,” jelas Lulu.
Laga Amal ke-26 ini diikuti 48 tim dengan mayoritas pemain berusia di atas 40 tahun. Meski sudah tidak muda, semangat mereka tetap tinggi. Waktu pertandingan pun disesuaikan, dari biasanya 2×40 menit menjadi 2×25 menit.
“Peserta terus bertambah setiap kegiatannya. Rata-rata memang usia senior, tapi semangatnya luar biasa,” kata Lukman, salah satu peserta.
Kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari para inohong sepak bola Garut yang turut hadir dan memberi dukungan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






