ADVERTISEMENT
KoranMandala.com – Warga Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, tengah dilanda keresahan akibat serangan beruntun macan tutul yang memasuki pemukiman dan menyerang ternak.
Dalam tiga bulan terakhir, sedikitnya 33 ekor kambing milik warga di Desa Tundagan dan Desa Hantara mati atau terluka.
Serangan terbaru terjadi di RT 06/RW 03 Blok Ciseupan, Dusun Puhun, Desa Hantara, Kamis dini hari (7/8/2025). Sekitar pukul 02.00–03.00 WIB, empat kambing milik Sabdani alias Ajid ditemukan mati dengan luka gigitan parah, sementara seekor kambing milik Daswa di kandang sebelah mengalami luka serius.
ADVERTISEMENT
Persib Bandung vs Semen Padang : Maung Bandung Petik Point Penuh di GBLA
Kepala Dusun Puhun, Muhamad Risal Fauzi (32), mengatakan peristiwa ini berlangsung cepat saat warga tertidur.
“Malam itu Pak Ajid mendengar suara mirip ajag (anjing hutan), tapi mengingat maraknya serangan macan tutul di desa tetangga, ia tidak berani keluar. Paginya, ia menemukan kambing-kambingnya sudah tewas,” ujarnya.
Serangan macan tutul juga terjadi sehari sebelumnya, Rabu (6/8/2025), di Dusun Ciagi, Desa Tundagan, menewaskan seekor kambing. Sejak Mei hingga Juli 2025, tercatat 23 ekor kambing di Desa Tundagan dan 10 ekor di Desa Hantara menjadi korban.
Kadus Risal mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk bertindak cepat.
“Kami minta macan tutul yang masih berkeliaran segera direlokasi agar tidak lagi mengancam. Peternak juga butuh kompensasi, misalnya bibit kambing baru, agar usaha mereka bisa berlanjut,” tegasnya.
Warga berharap langkah pencegahan segera dilakukan, mengingat macan tutul adalah satwa liar yang biasanya menghuni hutan di sekitar wilayah Hantara namun kini mulai masuk ke pemukiman.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






