KoranMandala.com –Ratusan siswa di SDN 3 Kutajaya, Desa Kutajaya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terpaksa belajar di ruang kelas yang membahayakan keselamatan. Pasalnya, tiga ruang kelas di sekolah tersebut dalam kondisi nyaris ambruk, dengan kayu penyangga dan dinding yang sudah lapuk dan rusak parah.
Kepala SDN 3 Kutajaya, Salma Sari, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut semakin parah saat musim hujan tiba.
“Kalau hujan turun, ruangan gak dipakai karena bocor. Jadi dikosongkan,” ujar Salma saat ditemui wartawan, Rabu (7/8/2025).
Persib Bandung Ingatkan Larangan Away Untuk Supporter Tim Tamu Masih Berlaku
Salma mengaku, kondisi kerusakan bangunan telah terjadi jauh sebelum dirinya dimutasi ke sekolah tersebut pada tahun 2023. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan konkret dari pemerintah.
“Padahal proposal perbaikan sudah diajukan sebelum saya menjabat, dan setelah saya menjabat pun tetap belum ada respon dari pemerintah,” keluhnya.
Ia menyampaikan kekhawatiran atas kemungkinan buruk yang bisa terjadi jika kondisi bangunan terus dibiarkan tanpa perbaikan. Menurutnya, keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama.
“Kalau bangunan ini dibiarkan, bukan cuma jumlah siswa yang berkurang, tapi juga bisa membahayakan anak-anak yang masih bertahan di sini. Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru diperbaiki,” tegasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan, menyatakan bahwa perbaikan SDN 3 Kutajaya akan diprioritaskan pada perubahan anggaran tahun 2026.
“Nanti kita usahakan, insyaallah di perubahan anggaran tahun ini mudah-mudahan bisa masuk. Dan akan kami prioritaskan, insyaallah,” ujarnya melalui pesan singkat kepada KoranMandala.
