KoranMandala.com –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang tercatat sebagai pemerintah daerah yang paling banyak membangun rumah tidak layak huni (Rutilahu) pada tahun 2025, jika dibandingkan dengan Pemkab Bekasi, Pemkot Bekasi, maupun Pemkab Purwakarta.
Melalui program perbaikan rumah layak huni tersebut, Pemkab Karawang mengalokasikan anggaran sebesar Rp105,4 miliar untuk membangun 2.249 unit rumah. Setiap unit rumah mendapatkan alokasi dana sebesar Rp46,9 juta.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Karawang, Asep Hazar, menyampaikan bahwa program ini difokuskan pada rumah-rumah yang mengalami kerusakan berat, termasuk rumah warga yang terdampak bencana alam, kebakaran, atau dalam kondisi nyaris roboh.
Ferry Paulus Singgung Kejadian Persib Terkait Larangan Away, Ini Respon Persib Bandung
“Sejak awal 2025 kami sudah turun ke lapangan melakukan observasi. Prioritas utama adalah rumah-rumah yang benar-benar membutuhkan perbaikan segera,” ujar Asep saat ditemui di kantornya, Rabu (6/8/2025).
Ia menjelaskan, program Rutilahu ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengurangi ketimpangan sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Dengan adanya program ini, kami berharap masyarakat bisa merasakan langsung kehadiran pemerintah dalam membantu menyediakan tempat tinggal yang layak dan sehat,” tambahnya.
Program ini mendapat sambutan positif dari warga penerima manfaat, terutama mereka yang selama ini tinggal di rumah yang tidak layak huni.
