Ia menekankan bahwa pendidikan bela diri tidak hanya membentuk fisik, tetapi juga keberanian, ketangguhan mental, dan kemampuan mengelola konflik secara dewasa.

“Laki-laki harus punya keberanian dan kemampuan membela diri. Tapi yang lebih penting adalah bisa menahan diri. Itulah esensi sejati dari bela diri,” tegasnya.

berharap ke depan tidak ada lagi kasus penyalahgunaan ilmu bela diri di tengah masyarakat. Ia mengajak para pelatih, orang tua, dan pemerintah untuk bersinergi menciptakan ekosistem bela diri yang sehat dan berkontribusi positif bagi pembangunan karakter generasi muda.(M.Sandy)

1 2

Menyajikan berita dan konten-konten yang menarik tapi berkualitas dengan bahasa yang lugas. Menuju Indonesia lebih baik.

Exit mobile version