ADVERTISEMENT
Koran Mandala – Kampung Kiara Rambay di Desa Girimukti, Kecamatan Cisewu, kembali menjadi sorotan setelah longsor Garut menelan empat korban jiwa pada Rabu 25 Juni 2025 malam. Polsek Cisewu, Forkopimca, BPBD, dan warga bahu-membahu mengevakuasi para korban di tengah hujan deras dan kontur tanah labil.
Begitu laporan masuk, Kapolsek Cisewu Iptu Asep Pujaeri memimpin personel menuju lokasi. Mereka langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa dan relawan untuk membuka akses jalan, memasang lampu darurat, dan menstabilkan tebing agar proses evakuasi korban berlangsung aman.
Pencarian Korban Longsor Gunung Kuda Dihentikan, Total 19 Tewas
ADVERTISEMENT
Medan curam dan hujan yang terus mengguyur memaksa tim bekerja ekstra hati-hati. Setelah hampir tiga jam, petugas berhasil menemukan empat korban—Mar’ah (70), Mardi (38), Linda, dan Fajar (3)—dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai adat setempat.
Usai operasi, Iptu Asep mengingatkan warga di zona rawan longsor untuk siaga saat curah hujan meningkat. Posko tanggap darurat tetap dibuka, sementara petugas patroli rutin memantau pergerakan tanah guna mencegah jatuhnya korban susulan.
“Kami turut berduka cita. Semoga keluarga diberi ketabahan, dan masyarakat tetap waspada,” ujar Kapolsek.
Tim gabungan juga mengajak warga melaporkan retakan tanah sekecil apa pun, sekaligus mengaktifkan jalur evakuasi mandiri di tiap RT. Upaya pencegahan dini diharapkan meminimalkan risiko bencana berikutnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






