ADVERTISEMENT
“Kami akan mendata pedagang pailit, nanti kita akan support dari segi permodalan,” ucap Erwin, lagi-lagi tanpa rincian konkret.
Sekitar 200 pedagang disebut akan mengisi gedung utama tersebut. Namun, dengan kondisi pembangunan yang baru mencapai 80%, target penyelesaian dalam dua bulan terkesan optimistis tanpa landasan jelas.
ADVERTISEMENT
“Kalau di sini sudah normal kembali, nanti banyak warga yang belanja ke sini. Nanti kami juga akan merevitalisasi puluhan pasar di Bandung,” klaim Erwin.
Pernyataan tersebut justru memantik skeptisisme. Jika satu pasar saja memerlukan waktu nyaris satu dekade tanpa kejelasan, janji revitalisasi puluhan pasar lainnya pun patut dipertanyakan keseriusannya.
Keluhan pedagang soal fasilitas yang tidak layak, lokasi yang mangkrak, serta minimnya perhatian dari pemerintah, semestinya menjadi alarm keras.
Sayangnya, sidak kali ini belum menjawab semua keraguan. Gedung utama Pasar Suci memang akhirnya dibuka, tapi tanpa peta jalan yang jelas, harapan pedagang bisa kembali pupus di tengah proses yang lamban dan ambigu.***
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






