Kamis, 26 Februari 2026 9:21

KORANMANDALA.COM –Di tengah menjamurnya kafe dengan label “tempat kerja”, tidak sedikit warga justru merasa kehilangan ruang yang benar-benar kondusif untuk fokus.

Musik keras, keterbatasan waktu, hingga kewajiban memesan menu kerap menjadi distraksi tersendiri. Di titik inilah kembali menemukan relevansinya.

Bagi mahasiswa, pekerja lepas, hingga pelaku industri kreatif, perpustakaan umum di Kota Bandung kini berfungsi lebih dari sekadar ruang baca. Ia menjelma menjadi ruang kerja publik gratis—tenang, tertib, dan minim tekanan konsumsi.

Bandung Masih Rawan Malam Hari, Geng Motor Bersenjata dan Miras Marak di Jalanan

Dengan fasilitas dasar seperti meja baca, pendingin ruangan, dan akses internet di beberapa lokasi, perpustakaan menawarkan pengalaman bekerja yang berbeda dari kafe atau coworking space berbayar. Berikut empat perpustakaan di Bandung yang kerap dimanfaatkan sebagai ruang kerja alternatif.

Disarpus Kota Bandung: Ruang Publik di Tengah Aktivitas Kota

Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung di kawasan Bandung Wetan menjadi salah satu pilihan favorit karena lokasinya yang strategis. Di tengah padatnya aktivitas kota, ruang baca di gedung ini justru menawarkan suasana relatif tenang.

Meja baca tersusun rapi, ruangan sejuk, dan area duduk cukup luas untuk bekerja dalam durasi lama. Akses Wi-Fi tersedia di beberapa titik, membuatnya ramah bagi mahasiswa dan pekerja administrasi ringan. Disarpus Kota Bandung buka setiap Senin hingga Jumat pukul 08.00–15.30 WIB.

Perpustakaan Provinsi Jawa Barat: Tempat “Deep Work” Tanpa Gangguan

Berada di kawasan Buahbatu, Perpustakaan Provinsi Jawa Barat dikenal dengan suasana yang lebih hening dan tertib. Jarak antar meja yang cukup lapang membuat pengunjung dapat bekerja tanpa saling mengganggu.

Tak heran, tempat ini kerap menjadi pilihan mahasiswa tingkat akhir, peneliti, hingga penulis yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Operasional berlangsung dari Senin hingga Sabtu pukul 08.30–16.00 WIB, meski jam layanan pada hari Sabtu biasanya lebih singkat.

Perpustakaan Bank Indonesia Jabar: Sunyi di Tengah Riuh Braga

Di kawasan Braga yang ramai wisatawan, Perpustakaan Bank Indonesia Jawa Barat justru menawarkan ketenangan. Prosedur masuk yang tertib—mulai dari registrasi hingga penitipan tas—menciptakan ruang baca yang relatif steril dari distraksi.

Dengan akses internet dan suasana formal, perpustakaan ini sering dimanfaatkan sebagai alternatif coworking space gratis untuk pekerjaan administratif atau tugas akademik. Layanan dibuka Senin hingga Jumat pukul 08.00–16.00 WIB, dengan syarat membawa kartu identitas.

Perpustakaan Gasibu: Kerja Santai di Ruang Terbuka

Berbeda dari perpustakaan konvensional, Perpustakaan Gasibu menawarkan pengalaman bekerja di ruang terbuka. Berada di kawasan taman kota, tempat ini mengandalkan cahaya alami dan sirkulasi udara sebagai daya tarik utama.

Meski fasilitas digital seperti Wi-Fi dan colokan listrik terbatas, Gasibu kerap dipilih untuk aktivitas kreatif ringan—menulis, membaca, atau menyusun ide. Perpustakaan ini buka Selasa hingga Minggu pukul 08.00–16.00 WIB, dan tutup setiap Senin untuk perawatan area.

Di tengah meningkatnya biaya nongkrong sambil bekerja, perpustakaan kembali hadir sebagai solusi rasional bagi warga kota. Bukan hanya gratis, tetapi juga menawarkan ketenangan yang kian langka di ruang publik urban. Tinggal menyesuaikan kebutuhan: fokus penuh di ruang sunyi atau bekerja santai sambil menghirup udara segar.

Luqman Dwirizal Arifin / MG

Koranmandala.com

Exit mobile version