KORANMANDALA.COM – Uzbekistan berhasil mencatat lonjakan wisatawan internasional hingga 73 persen dibandingkan 2019, menjadikannya salah satu dari tujuh destinasi dengan pertumbuhan tercepat di dunia pada 2025 menurut UNWTO (UN World Tourism Organization). Keberhasilan ini didukung kebijakan bebas visa untuk hampir 100 negara, investasi besar dalam infrastruktur, serta promosi global yang agresif.
Sementara itu, laporan UNWTO terbaru mencatat 20 negara dengan pertumbuhan wisatawan mancanegara tertinggi di kuartal awal 2025. Sayangnya, Indonesia belum masuk dalam daftar tersebut.
Hal ini menjadi catatan penting, mengingat Indonesia memiliki modal besar berupa kekayaan alam, keragaman budaya, dan destinasi kelas dunia seperti Bali, Yogyakarta, dan Labuan Bajo.
4 Rekomendasi Tempat Lari Paling Asik di Bandung: Dari Kiara Artha Park sampai Saraga ITB
Negara-negara kecil seperti Palau mencatat lonjakan hingga 50 persen, Vietnam tumbuh 30 persen, dan Jepang 23 persen. Fakta ini menunjukkan bahwa dengan strategi tepat, negara mana pun bisa bersinar di panggung global.
Uzbekistan memanfaatkan sejarah Jalur Sutra sebagai magnet wisata. Kota Samarkand, Bukhara, dan Khiva menjadi ikon yang diakui UNESCO. Indonesia juga memiliki warisan sejarah dan budaya yang tak kalah kuat, mulai dari Borobudur dan Prambanan hingga tradisi batik dan wayang.
Jika Uzbekistan mampu menjadikan sejarah sebagai daya tarik utama, Indonesia pun bisa memperkuat narasi sejarah dan budaya sebagai strategi promosi global.
Pemerintah Uzbekistan menempatkan pariwisata sebagai sektor prioritas dalam strategi pembangunan “Uzbekistan–2030”. Lebih dari 16.000 lapangan kerja baru tercipta sepanjang 2025, dengan 954 fasilitas akomodasi baru dibuka.
Umid Shodiyev, Kepala Komite Pariwisata Uzbekistan, menegaskan: “Pertumbuhan pesat sektor ini berakar pada perencanaan jangka panjang negara. Turisme adalah komponen inti strategi ekonomi nasional kami”. di kutip euro news 20/12.
Indonesia dapat belajar dari pendekatan ini, terutama dalam hal konsistensi kebijakan, promosi internasional, dan pengembangan infrastruktur pariwisata di luar destinasi utama.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2024 mencapai lebih dari 11 juta orang, dengan kontribusi signifikan terhadap devisa negara.
Indonesia memiliki peluang besar untuk masuk daftar destinasi dengan pertumbuhan tercepat jika mampu memaksimalkan promosi digital, memperbaiki aksesibilitas, dan memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan.
Seperti Uzbekistan yang mengandalkan Jalur Sutra, Indonesia dapat menonjolkan sejarah kerajaan-kerajaan Nusantara, jalur perdagangan rempah, serta warisan budaya yang diakui UNESCO. Narasi ini bisa menjadi daya tarik emosional bagi wisatawan global yang mencari pengalaman autentik.
