ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Tidak melulu harus datang ke museum sejarah, guna mengenang peristiwa atau nilai perjuangan masa lalu. Untuk itu, UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat mengemasnya dengan menggelar Pameran Temporer.
Mulai 9-12 Desember 2025 berbagai acara yang digelar seperti teatrikal, pameran museum, workshop, seminar kajian, hiburan dan lomba dengan tema yang diangkat adalah ‘Bandung Lautan Api’.
Kadisparbud Jabar, Iendra Sofyan menerangkan, gelaran ini sebagai upaya pengenalan nilai sejarah perjuangan rakyat Jawa Barat kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
ADVERTISEMENT
“Tentunya bagian dari tugas pokok dan fungsi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, yakni melestarikan, mempertahankan, menyosialisasikan sebuah sejarah kepada generasi selanjutkan. Dalam hal ini adalah museum dimana tempat menyimpan benda-benda bersejarah baik budaya maupun perjuangannya,” jelasnya kepada Koranmandala usai membuka acara di Monumen Perjuangan Jawa Barat, Bandung, pada Selasa (9/12/2025).

Menurut Iendra, Bandung Lautan Api ini hal yang baru, ditambah sajian acaranya masuk untuk semua kalangan, muda hingga tua.
“Ternyata ada hubunganya dengan Bojong Kokosan. Karena sepengtahuan saya belum ada Museum Bandung Lautan Api. Oleh karena itu kami menyajikan berbagai acara seperti pameran secara temporer, selama empat hari kedepan,” ungkap Iendra.
Tren Virtual Museum
Tur virtual museum memungkinkan pengunjung untuk mengikuti tur mandiri, menjelajahi ruangan demi ruangan, ke berbagai pameran.
Namun, hal ini masih menuai pro dan kontra. Vitual museum memiliki aksesibilitas yang luas, tetapi Tidak sepenuhnya dapat menggantikan sensasi otentik, sentuhan personal, dan interpretasi kuratorial yang mendalam seperti kunjungan langsung.

Menanggapi hal ini, Iendra memiliki pandangan tersendiri, ia menitik beratkan terhadap peralihan digitalisasi yang menjadi kendala.
“Museum saya kira harus di-mix. Baik fisik maupun digital harus kita tampilkan. Jangan sampai yang virtual menghilangkan nilai-nilai, bahkan menimbulkan pemahaman yang berbeda. Memang digital dalam upaya meningkatkan daya tarik bagi kaum GenZ, tetapi kita harus hati-hati dalam mengkonversi dari asli ke versi digital,” imbuh Iendra.
Pariwisata Jawa Barat Meningkat
Meski ada larangan wisata anak sekolah (study tour) di beberapa daerah oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Namun, hal ini tidak menurunkan angka kunjungan wisata di Jawa Barat.
Kadisparbud Jabar, Iendra Sofyan menegaskan, memang dalam konteks ekonomi, dinamika pasti ada. Baik faktor global, regional ataupun kebijakan daerah, tetapi tidak berdampak terhadap kunjungan wisatawan.
“Teman-teman pariwisata sekarang sudah berinovasi, melihat situasi dan kondisi. Hal ini terbukti data dari BPS menunjukkan kunjungan atau pergerakan wisata selama 5 tahun terakhir, tahun 2025 yang paling tinggi. Setiap bulan angka tersebut meningkat,” tegas Iendra.
Seiring terus meningkatnya pariwisata di Jawa Barat, pemerintah juga terus meningkatkan infrastruktur dan aksesibilitas.
“Memang program dua tahun pertama (2025-2026) adalah membangun infrastruktur dan pelayanan dasar. Karena dasar prinsipnya kalau ‘Lembur Diurus Kota Ditata’, kemudian sampah beres, jalan bagus dan terang, dan aman pasti wisatawan datang,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






