ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Google Translate, fitur terjemahan bahasa milik Google, kini memasuki babak baru dengan menambahkan Gemini AI, model kecerdasan buatan paling canggih dari Google.
Teknologi ini menghadirkan kualitas terjemahan yang lebih alami, akurat, dan mampu memahami konteks bahasa sehari-hari.
Tidak lagi sekadar menerjemahkan kata demi kata, Gemini AI mampu menangkap makna idiom, ekspresi lokal, hingga slang yang sebelumnya sulit diterjemahkan dengan tepat.
ADVERTISEMENT
Tim Google menekankan bahwa makna komunikasi tidak hanya terletak pada kata-kata, tetapi juga pada intonasi, ekspresi, dan konteks penyampaiannya.
Rose Yao, VP Product Search Google, menyatakan: “Pemahaman sejati datang bukan hanya dari apa yang seseorang katakan, tetapi juga dari nuansa bagaimana mereka mengatakannya.” seperti dikutip Google Blog Senin (15/12).
Dengan dukungan Gemini, Google Translate kini mampu memberikan hasil terjemahan yang lebih mendekati percakapan manusia.
Salah satu inovasi paling menarik adalah beta live speech-to-speech translation. Pengguna dapat mendengar terjemahan langsung melalui headphone dengan suara yang terdengar alami.
Fitur ini menjaga intonasi, penekanan, dan ritme pembicara sehingga percakapan lintas bahasa terasa lebih hidup.
Fitur ini sudah tersedia di aplikasi Android di Amerika Serikat, Meksiko, dan India, mendukung lebih dari 70 bahasa. Google berencana memperluas ke iOS dan lebih banyak negara pada 2026.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






