ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Google resmi meluncurkan Gemini 3 pada 18/11/2025, model kecerdasan buatan terbaru yang diklaim sebagai sistem paling cerdas yang pernah mereka hadirkan. Rilis ini menandai tonggak penting dalam perjalanan menuju AGI (Artificial General Intelligence), dengan kemampuan memahami konteks, menyelesaikan masalah kompleks, hingga mendukung interaksi manusia secara lebih alami.
Melansir dari Blog Google Products (18/11), Sundar Pichai, CEO Google dan Alphabet, menegaskan bahwa Gemini 3 adalah hasil dari dua tahun inovasi berkelanjutan sejak era Gemini dimulai.
“AI Overviews kini digunakan oleh 2 miliar pengguna setiap bulan, dan Gemini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari jutaan orang,” ujar Pichai.
ADVERTISEMENT
Era Baru AI Dimulai: ChatGPT Agent Bisa Booking, Belanja, dan Presentasi
Gemini diperkenalkan Google pada tahun 2023
Gemini AI pertama kali diperkenalkan Google pada tahun 2023 dengan nama Bard, sebelum resmi berganti menjadi Gemini pada Februari 2024. Sejak awal, proyek ini dikembangkan oleh Google DeepMind untuk menghadirkan model bahasa besar (LLM) yang lebih canggih, multimodal, dan mampu memahami konteks secara mendalam.
Gemini dirancang sebagai penerus Google Assistant, dengan tujuan menjadi asisten virtual generatif yang lebih personal dan bermanfaat.
Perkembangannya berlangsung cepat: dari Gemini 1 yang memperkenalkan multimodalitas, Gemini 2 yang menghadirkan kemampuan agentic reasoning, hingga Gemini 2.5 yang memperkuat performa di berbagai benchmark.
Kini, Gemini 3 hadir dari perjalanan dua tahun inovasi berkelanjutan Google dalam membangun AI yang lebih aman, cerdas, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Fitur Terbaru Gemini 3
Demis Hassabis, CEO Google DeepMind, menyatakan: “Gemini 3 adalah model terbaik di dunia untuk pemahaman multimodal, sekaligus model agentic dan vibe coding paling kuat yang pernah kami buat”.
“Multimodal” berarti melibatkan atau menggunakan lebih dari satu modalitas atau cara komunikasi secara bersamaan untuk menyampaikan makna, seperti teks, gambar, audio, dan video.
Dalam konteks teknologi, AI multimodal merupakan kecerdasan buatan yang dapat memahami dan memproses berbagai jenis informasi ini secara bersamaan untuk menghasilkan respons yang lebih komprehensif. Ini berbeda dengan AI tradisional yang hanya fokus pada satu jenis data.
Gemini 3 mempunyai fitur multimodal canggih yang memungkinkan pemahaman lintas teks, gambar, video, audio, hingga kode.
Gemini 3 hadir dengan kemampuan reasoning setingkat PhD / Doktor, ini terbukti lewat skor tinggi pada benchmark Humanity’s Last Exam dan GPQA Diamond, menyajikan fakta lebih akurat dengan pencapaian 72,1% di SimpleQA Verified.
Mendukung Deep Think Mode untuk meningkatkan performa analisis hingga mampu menyelesaikan tantangan baru pada ARC-AGI-2 (penguji penalaran AI).
Model ini juga memiliki context window hingga 1 juta token yang memungkinkan analisis dokumen panjang, video kuliah, maupun catatan keluarga, dan menawarkan agentic coding melalui platform Google Antigravity sehingga AI dapat merencanakan serta mengeksekusi tugas kompleks secara mandiri.
Persaingan AI chat semakin Intens
Rilis Gemini 3 juga menjadi sinyal kuat bahwa persaingan AI semakin intens. Menurut Datastudios, pangsa pasar AI chat global pada 2025 didominasi oleh ChatGPT.
Data terbaru menunjukkan bahwa ChatGPT menguasai sekitar 60.4% pangsa pasar chatbot dunia, berkat integrasi mendalam dengan ekosistem Microsoft dan fleksibilitas penggunaannya.
Di sisi lain, Google Gemini telah mencapai 650 juta pengguna aktif bulanan, memanfaatkan fitur multimodal dan kemampuan reasoning yang lebih maju untuk memperluas jangkauan.
Dengan lebih dari 13 juta developer yang sudah membangun menggunakan model generatif Google, kehadiran Gemini 3 akan mempercepat adopsi AI di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga bisnis kreatif. ***
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






