ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Saham Nvidia naik lebih dari 4% dalam satu hari, memperkuat posisinya sebagai pemimpin teknologi global. Lonjakan ini didorong oleh permintaan global terhadap chip kecerdasan buatan (AI), yang menjadikan Nvidia sebagai tulang punggung infrastruktur AI dunia.
Dengan harga saham tembus $206 per lembar, Nvidia resmi menjadi perusahaan publik pertama di dunia yang menembus valuasi pasar sebesar US$ 5 triliun atau sekitar Rp 82.720 triliun (kurs Rp 16.544 per dolar AS) per 29 Oktober 2025.
CEO Nvidia, Jensen Huang, mengungkapkan bahwa perusahaan menerima pesanan chip AI senilai US$ 500 miliar dan berencana membangun tujuh superkomputer baru untuk pemerintah AS.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Nvidia juga menginvestasikan US$ 1 miliar dalam Nokia untuk mengembangkan teknologi 6G, memperluas pengaruhnya ke sektor telekomunikasi.
Menurut Cathie Wood, CEO Ark Invest, “Jika ekspektasi kami terhadap AI benar, kita baru berada di awal revolusi teknologi.” Pernyataan ini menegaskan bahwa valuasi Nvidia bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari pergeseran besar dalam lanskap teknologi global.
Nvidia memimpin pasar chip AI global dengan pangsa dominan, sementara pesaing seperti Qualcomm dan AMD mulai terus menantang posisi tersebut.
Sejarah Nvidia, Dari Chip Video Grafis ke Chip AI
Nvidia didirikan pada tahun 1993 oleh Jensen Huang, Chris Malachowsky, dan Curtis Priem. Awalnya, perusahaan ini fokus pada pengembangan chip grafis untuk video game.
Produk andalannya, GPU GeForce, menjadi standar industri dalam rendering grafis dan gaming. Namun, titik balik terjadi ketika Nvidia menyadari potensi GPU untuk komputasi paralel dan kecerdasan buatan.
Transformasi Nvidia dari produsen chip gaming menjadi pemimpin chip AI dimulai sekitar tahun 2016, ketika teknologi deep learning mulai berkembang pesat.
GPU Nvidia terbukti sangat efisien dalam melatih model AI, menjadikannya pilihan utama bagi perusahaan teknologi, lembaga riset, dan pemerintah.
Dalam satu dekade, Nvidia beralih dari pemain niche grafis game menjadi kekuatan dominan di bidang AI, data center, dan otomasi.
Chip mereka kini digunakan dalam mobil otonom, robot industri, dan sistem prediksi cuaca. Bahkan, dalam persaingan teknologi antara AS dan Tiongkok, chip Nvidia menjadi komoditas strategis yang diperebutkan.
Chip Nvidia Mampu Tangani Komputasi Kompleks
Chip, atau sirkuit terpadu (IC), merupakan komponen elektronik kecil yang berfungsi sebagai otak dari berbagai perangkat digital. Chip terdiri dari jutaan hingga miliaran transistor yang tersusun dalam lapisan silikon, memungkinkan pemrosesan data secara cepat dan efisien.
Dalam dunia teknologi modern, chip digunakan dalam komputer, smartphone, kendaraan, dan perangkat IoT, serta memainkan peran krusial dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Chip AI khusus, seperti GPU dari Nvidia, dirancang untuk menangani komputasi paralel yang kompleks, menjadikannya fondasi utama dalam pelatihan dan pengoperasian model AI skala besar.
Google Quantum Computing, Mampu Jalankan Algoritma 13.000 Kali Lebih Cepat dari Superkomputer
Metode Menghitung Valuasi Perusahaan
Menurut Harvard Business School, valuasi perusahaan adalah proses penentuan nilai ekonomi suatu bisnis, yang biasanya digunakan untuk keperluan investasi, akuisisi, atau penilaian kinerja.
Salah satu metode paling umum menentukan valuasi perusahaan yaitu dengan menghitung market capitalization atau kapitalisasi pasar, yaitu hasil perkalian antara jumlah saham yang beredar dengan harga saham saat ini.
Misalnya, jika Nvidia memiliki 2,5 miliar lembar saham dan harga sahamnya mencapai US$ 2.000 per lembar, maka valuasi perusahaan adalah US$ 5 triliun.
Selain metode market capitalization, valuasi perusahaan bisa dihitung menggunakan pendekatan lain seperti discounted cash flow (DCF) (Arus kas diskonto), price-to-earnings ratio (P/E) (Rasio harga terhadap pendapatan), atau enterprise value (EV) (Nilai Perusahaan), tergantung pada tujuan analisis dan kondisi keuangan perusahaan. ***
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






