Kamis, 26 Februari 2026 10:52

KoranMandala.com – Grand Final Free Fire di ajang Esports World Cup 2025 di Juli kemarin menjadi panggung dramatis bagi EVOS Divine yang sukses mengamankan gelar juara dan dan berhak mendapatkan hadiah sebesar $300.000 atau sekitar 5 Miliar Rupiah.

EVOS, tim juara dunia asal Indonesia ini melewati 10 ronde penuh tekanan, menghadapi persaingan ketat dari AG.AL, Team Falcons, hingga RRQ Kazu dalam laga yang penuh strategi dan kejutan.

Perjalanan EVOS Divine dimulai dengan keunggulan 30 poin di awal, namun jalannya pertandingan jauh dari kata mudah. Rival-rival tangguh seperti Pain Gaming, Fluxo, dan LOS berulang kali menggagalkan peluang kemenangan cepat.

19 Kode Redeem FF MAX 15 Agustus 2025: Rahasia Item Gratis yang Bikin Permainan Tak Terkalahkan!

Memasuki pertandingan terakhir, enam tim masih berpeluang juara. EVOS akhirnya memastikan kemenangan lewat Booyah krusial di lingkaran terakhir, sekaligus menutup laga dengan gaya. Hingga akhirnya di nobatkan sebagai juara dunia Free Fire di EWC 2025!

Gaya bermain agresif menjadi kunci sukses mereka. Dari total 170 poin, sebanyak 96 kill berhasil mereka raih – menunjukkan dominasi di medan tempur. Rasyah “Rasyah” Rasyid tampil menonjol, meraih Sony MVP Award dan bonus $10.000 (Rp. 165 Juta) berkat konsistensinya dalam menyerang dan mengamankan momen penting.

Kemenangan ini bukan hanya mempertegas status EVOS Divine sebagai salah satu tim Free Fire terbaik dunia, tetapi juga mengangkat nama Indonesia di panggung internasional.

Setiap momen penuh aksi, dari perebutan Booyah hingga duel penentuan, kini menjadi bagian dari sejarah EWC 2025. Gelaran Esport World Cup 2025 ini masih berlangsung hingga 24 Agustus 2025 di Riyad, Arab Saudi.

10 Kode Redeem FF Max 14 Agustus 2025: Dapatkan! Diamond Gold Skin dan Item Gratis Hari Ini!

Menariknya, meski sudah mengamankan tiket Global Final, Rasyah menegaskan bahwa ia dan tim akan tetap tampil serius di ajang Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2025 Fall. Ia ingin membuktikan bahwa gelar juara EWC bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil disiplin dan kerja keras.

Rasyah juga percaya tim-tim Indonesia lain seperti Bigetron by Vitaly, Kagendra, ONIC, dan RRQ Kazu punya peluang besar lolos ke Global Final. ***

Exit mobile version