ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Menjelang final Liga Champions (30/5) antara Arsenal dan Paris Saint-Germain (PSG), muncul perbedaan pandangan yang menarik antara para pundit dan model statistik modern.
Di berbagai media Inggris, Arsenal lebih banyak mendapat dukungan. Performa konsisten sepanjang musim, pertahanan yang kokoh, serta kematangan tim asuhan Mikel Arteta membuat banyak pengamat percaya The Gunners memiliki peluang besar untuk meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Namun ketika prediksi diserahkan kepada data, hasilnya tidak sepenuhnya sama.
ADVERTISEMENT
Opta Supercomputer justru menempatkan PSG sebagai favorit tipis untuk memenangkan final yang akan berlangsung di Puskas Arena, Budapest.
Perbedaan pandangan itu menjadi gambaran betapa sulitnya memprediksi salah satu final Liga Champions yang paling seimbang dalam beberapa tahun terakhir.
Banyak Pundit Condong kepada Arsenal
Media Inggris talkSPORT mengumpulkan prediksi sejumlah pundit dan mantan pemain menjelang final.
Nama-nama seperti Simon Jordan, Dean Saunders, Liam Brady, hingga Piers Morgan termasuk yang lebih percaya kepada Arsenal.
Alasan mereka relatif serupa. Arsenal dinilai tampil lebih konsisten sepanjang musim, memiliki struktur permainan yang jelas, dan menunjukkan kematangan yang terus berkembang di bawah Mikel Arteta.
Arsenal juga dianggap memiliki fondasi pertahanan yang membuat mereka mampu bertahan dalam pertandingan-pertandingan besar.
Meski demikian, tidak semua pengamat berada di kubu yang sama.
Mantan striker Skotlandia Ally McCoist termasuk yang melihat PSG memiliki peluang lebih besar karena pengalaman mereka menghadapi laga-laga bertekanan tinggi dan kualitas pemain yang mampu mengubah pertandingan dalam satu momen.
Perbedaan pendapat itu menunjukkan bahwa bahkan di kalangan pengamat sepak bola sendiri belum ada kesepakatan mengenai siapa yang pantas disebut favorit.
Data Opta Justru Mengarah ke PSG
Jika banyak pundit lebih percaya kepada Arsenal, model statistik Opta menghasilkan kesimpulan berbeda.
Opta merupakan salah satu penyedia data sepak bola paling dikenal di dunia. Model Opta Supercomputer menjalankan ribuan simulasi pertandingan berdasarkan data performa tim dan pemain untuk memperkirakan peluang kemenangan masing-masing klub.
Menurut simulasi yang dipublikasikan The Analyst, PSG memiliki peluang sekitar 55,8 persen untuk memenangkan final. Arsenal berada di angka 44,2 persen.
Angka tersebut diperoleh dari ribuan simulasi yang memperhitungkan performa tim, kualitas pemain, hasil pertandingan sebelumnya, hingga berbagai variabel statistik lainnya.
Meski PSG lebih diunggulkan, selisih peluang itu sebenarnya tidak terlalu besar.
Dalam pertandingan sekelas final Liga Champions, satu kesalahan kecil atau satu momen brilian sering kali lebih menentukan dibanding angka-angka sebelum pertandingan.
Fakta Mengejutkan Arsenal vs PSG: Gol Sama Banyak, Pemenang Liga Champions Baru Ditentukan Malam Ini
Arsenal Punya Senjata yang Sulit Diabaikan
Salah satu alasan Arsenal mendapat banyak dukungan adalah kualitas pertahanan mereka.
Reuters mencatat Arsenal hanya kebobolan enam gol sepanjang perjalanan menuju final dan membukukan sembilan clean sheet di Liga Champions musim ini.
Catatan tersebut membuat Arsenal menjadi salah satu tim dengan pertahanan terbaik di kompetisi.
Menariknya, pujian juga datang dari kubu lawan.
Pelatih PSG Luis Enrique bahkan menyebut Arsenal sebagai tim terbaik di dunia ketika tidak menguasai bola. Pernyataan itu menggambarkan betapa kuatnya organisasi permainan yang dibangun Arteta.
Bagi Arsenal, final di Budapest juga membawa beban sejarah.
Sejak kalah dari Barcelona pada final 2006, klub London Utara itu belum pernah lagi berada di panggung terbesar sepak bola Eropa.
Kesempatan kali ini menjadi peluang untuk meraih trofi yang selama puluhan tahun belum pernah mereka menangkan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT





