ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Gelandang Persib Bandung Marc Klok akhirnya buka suara terkait tuduhan rasisme yang diarahkan kepadanya dalam laga melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Ia dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai kesalahpahaman yang merugikan nama baiknya.
Dalam pernyataan resminya, Klok menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak benar dan tidak pernah terjadi.
“Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya,” ujar Klok.
ADVERTISEMENT
Persib Fokus Empat Laga Sisa, Marc Klok: “Masih Ada Empat Final”
Klok menjelaskan, insiden bermula saat Persib tertinggal 1-2 dan mencoba mempercepat permainan usai kebobolan. Dalam situasi tersebut, ia berinteraksi dengan pemain Bhayangkara, Henri Doumbia.
Menurut Klok, Doumbia sempat menahan bola alih-alih melanjutkan kick-off. Ia kemudian meminta bola tersebut dengan kalimat jelas.
“Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, ‘Give me the ball back.’”
Namun, ucapan itu diduga disalahartikan sebagai kata bernuansa rasis. Klok menegaskan bahwa hal tersebut murni kesalahpahaman di lapangan.
Klok mengungkapkan, persoalan itu sebenarnya telah diselesaikan secara langsung dengan Doumbia.
“Kami kemudian membicarakan hal tersebut. Ia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata ‘black’,” jelasnya.
Tak hanya itu, Klok juga menyebut rekan setim dan pelatih Bhayangkara memahami situasi tersebut dan mengakui adanya miskomunikasi.
Meski masalah di level pemain telah selesai, Klok menyoroti sikap manajer Bhayangkara, Sumardji, yang disebutnya tetap melontarkan tuduhan rasis.
Menurut Klok, tudingan itu disampaikan di berbagai tempat, mulai dari lorong stadion hingga area sekitar lapangan setelah pertandingan.
“Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut. Saya menilai perilaku ini telah melampaui batas sepak bola,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, Klok menekankan bahwa sepanjang kariernya ia selalu menjunjung tinggi nilai kesetaraan dan anti-rasisme. Ia juga mengingatkan bahwa dirinya telah lama bermain bersama pemain dari berbagai latar belakang.
“Sepanjang hidup, saya selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme, dan anti-rasisme,” katanya.
Klok berharap adanya klarifikasi sekaligus permintaan maaf resmi dari pihak Bhayangkara atas tuduhan yang dinilainya tidak berdasar.
“Saya mengharapkan adanya permintaan maaf resmi dari Bhayangkara Presisi Lampung FC atas kekeliruan dan kesalahpahaman yang merugikan nama saya,” tutup Klok.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT





