Sport

Hodak Santai Hadapi Pergeseran Klasemen: Sindiran Halus untuk Borneo FC?

KORANMANDALA.COM –Pergeseran klasemen sementara Super League 2026 mulai memanaskan persaingan papan atas. Borneo FC kini memimpin dengan selisih tiga poin usai menaklukkan Persik Kediri 1-0, Rabu (29/4/2026). Namun bagi Persib Bandung, situasi itu dianggap tak lebih dari dinamika biasa setidaknya di permukaan.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, memilih merespons santai. Tapi di balik sikap tenangnya, terselip nada sindiran yang tak bisa diabaikan.

“Terkait Borneo, oh mereka menang?! Baiklah,” ujar Hodak singkat.

ADVERTISEMENT

Sujana: Persib Wajib Menang Lawan Bhayangkara FC, Momentum Penentu Perburuan Gelar

Hodak mengaku tidak menyaksikan langsung laga Persik Kediri kontra Borneo FC. Namun informasi yang ia terima justru memunculkan tanda tanya baru terutama soal keputusan penalti.

“Katanya situasinya sama seperti saat kami main di Borneo. Bedanya kami kena penalti, mereka tidak. Borneo beruntung,” ungkapnya.

Pernyataan ini bisa dibaca lebih dari sekadar komentar teknis. Ada sinyal ketidakpuasan terhadap konsistensi perangkat pertandingan isu klasik yang kerap membayangi kompetisi sepak bola nasional.

Terlepas dari dinamika tersebut, Hodak menegaskan timnya tidak akan larut dalam polemik. Fokus utama tetap pada laga krusial menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Kamis (30/4/2026).

“Kami sering di puncak. Semua tim ingin menjegal kami. Jadi kami harus fokus pada pertandingan sendiri,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan posisi Persib sebagai tim yang merasa “diburu” bukan sekadar pesaing biasa.

Kondisi klasemen saat ini menciptakan tekanan berlapis bagi Persib:

  • Harus menang untuk kembali ke puncak
  • Menghadapi lawan yang sedang naik performa
  • Dibayangi isu non-teknis yang berpotensi mengganggu fokus

Situasi ini menguji bukan hanya kualitas permainan, tetapi juga kematangan mental tim.

Komentar Hodak soal “keberuntungan” Borneo membuka ruang diskusi lebih luas: apakah hasil pertandingan murni ditentukan kualitas, atau ada faktor lain yang ikut bermain?

Dalam kompetisi seketat Super League, detail kecil termasuk keputusan wasit bisa berdampak besar pada perebutan gelar.

Koranmandala.com

Published by

Recent Posts

Pembakaran Water Barier dan Vandalisme Tugu Simpang Lima Warnai Aksi di Bandung

KORAN MANDALA – Aksi unjuk rasa memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil…

9 jam ago

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Warga Pertanyakan Prioritas Anggaran Negara

KORAN MANDALA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…

9 jam ago

Viral Pukul Spion Mobil Rabbani, Pria di Cihampelas Jadi Tersangka

KORAN MANDALA – Aksi premanisme dan pemerasan yang sempat meresahkan pengguna jalan serta viral di…

10 jam ago

“Belum Ada Capaian Bermakna”, Kritik Massa Bandung untuk Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA – Ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa, komunitas, dan warga menggelar aksi evaluasi…

11 jam ago

Mahasiswa Unpas Beri Rapor Merah Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA –  Mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) memberikan rapor merah terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden…

12 jam ago

TKW Purwakarta Meninggal di Qatar, Kisah Heroiknya Belum Terungkap

KORAN MANDALA –Kabar duka datang dari Qatar. Rasem binti Salim, pekerja migran asal Kampung Cibendasari,…

13 jam ago