KORANMANDALA.COM – Laga tandang Persib Bandung kontra Bhayangkara FC pada Kamis, 30 April 2026, diprediksi menjadi salah satu pertandingan krusial dalam perburuan gelar Liga 1 musim ini.
Mantan pemain Persib era 90-an, Sujana, menegaskan bahwa pertandingan tersebut bukan sekadar laga biasa, melainkan momentum penting untuk menjaga asa juara Maung Bandung.
“Kalau mau juara, ya harus menang. Termasuk lawan Bhayangkara FC ini. Tidak boleh kehilangan poin lagi,” ujarnya.
Saat ini, Persib berada dalam tekanan setelah tergeser dari puncak klasemen oleh Borneo FC. Dengan selisih poin yang tipis, kemenangan menjadi harga mati agar Persib tetap berada dalam jalur perebutan gelar.
Ujian Efektivitas Lini Serang
Menghadapi Bhayangkara FC, Sujana menilai Bojan Hodak harus mampu memaksimalkan efektivitas lini serang.
Pasalnya, sepanjang musim ini, lini depan Persib dinilai belum tampil konsisten dalam urusan mencetak gol. Strategi yang lebih mengandalkan lini kedua memang berjalan, namun tetap membutuhkan penyelesaian akhir yang lebih tajam.
“Striker memang sering dirotasi. Perannya lebih ke jadi tembok. Tapi tetap, lini serang harus lebih efektif,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar pemain-pemain kunci lawan seperti “Mosa” mendapat perhatian khusus karena berpotensi menjadi pembeda dalam pertandingan.
Jangan Terlena Statistik
Secara head to head, Persib memiliki catatan yang lebih baik. Namun Sujana mengingatkan, catatan tersebut tidak bisa dijadikan patokan utama.
“Di atas kertas mungkin unggul, tapi di lapangan bisa berbeda. Sepak bola tidak hanya soal statistik,” tegasnya.
Fokus dan Hindari Gangguan Nonteknis
Lebih jauh, Sujana menyoroti pentingnya kesiapan mental pemain menghadapi tekanan, terutama di laga tandang yang sarat kepentingan.
Ia mengingatkan potensi faktor nonteknis yang bisa mengganggu fokus tim, mulai dari tekanan suporter, atmosfer pertandingan, hingga dinamika di luar lapangan.
“Yang bahaya itu nonteknis. Bisa jadi penghambat kalau tidak diantisipasi,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta para pemain Persib untuk tetap fokus penuh pada pertandingan dan tidak terpengaruh hal-hal di luar teknis.
“Jangan pikirkan yang lain. Fokus saja ke pertandingan. Urusan di luar, biar manajemen yang tangani,” katanya.
Dengan situasi klasemen yang semakin ketat, laga kontra Bhayangkara FC menjadi ujian mental sekaligus pembuktian konsistensi Persib dalam perburuan gelar.
“Kuncinya tetap sama, harus menang. Kalau ingin juara, tidak ada pilihan lain,” pungkasnya.
